Berita Sriwijaya FC

Berita Sriwijaya FC Hari ini: Awal Terbentuknya Sriwijaya FC dan Akan Dikelola Seperti Klub Eropa

ejak tahun 2008, Sriwijaya FC melalui PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tak lagi memberikan penyertaan modal

Berita Sriwijaya FC Hari ini: Awal Terbentuknya Sriwijaya FC dan Akan Dikelola Seperti Klub Eropa
TRIBUNSUMSEL.COM/WENI WAHYUNY
Press Conference di Cafe Swarna Dwipa bersama dengan Komisaris Utama sekaligus Direktur Utama PT SOM, Muddai Madang didampingi Sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid, Minggu (9/9/2018). 

Diakuinya bahwa perusahaan memang industri sepakbola semakin berkembang, oleh karenanya untuk klub profesional menuju ke industrialisasi ke arah yang menghasilkan baik dari segi pertandingan. Disitulah makanya pihaknya pada 2008 membentuk suatu PT (Perseroan Terbatas) yang akan menaungi mengelolah SFC.

“Jadi intinya SFC itu ikuti event-event saja, yang kelolah ya adalah perusahaan yang kita dirikan, PT SOM,” terangnya.

Saat itu, sambung Bakti ia berpikir siapa yang akan kelolah PT SOM karena harus ada visi dan misi yang jelas. Didapatlah Muddai Madang yang merupakan salah satu pengusaha asal Sumsel yang pada saat itu sedang berada di tanah suci.

“Pak Muddai belum ke Indonesia, dia lagi di Mekkah dan dia setuju kita bentuk badan usaha sesuai dengan posisinya dimana disitu dikelolah oleh para pemegang saham. Kita Bentuklah badan usaha, bentuknya terbatas dimana dibentuk dikelolah oleh perusahaan kemudian susunan pengurus, komisaris dan manajemen. Pemegang sahamnya adalah Pemda Sumsel melalui Yayasan Sekolah Sepakbola Sumsel kemudian ditandatangi oleh Sofyan Rebuing, Bariyadi, Muddai Madang dan saya (Bakti Setiawan) dan saat itu ditandatangi oleh kami,” bebernya.

Ia menerangkan bahwa sejak adanya regulasi dari Departemen Dalam Negeri pada tahun 2008 yang tidak membolehkan untuk menyuntik dana untuk klub sepakbola, sejak itulah PT SOM tak pernah menerima penyertaan modal dari Yayasan Sekolah Sepakbola. pada saat take over memang ada bantuan dari Pemprov Sumsel untuk membeli papan nama.

Ia melanjutkan melihat perjalanan SFC saat ini tergantung dari sponsor. Kalau dikelola secara profesional, maka akan ada sponsor yang banyak. Maka kedepan direncanakan ini akan menjadi perusahaan Go Publik, seperti klub-klub Eropa yang berkiblat pada FIFA.

“Apapun yang terjadi beliau (Muddai Madang) sebagai komisaris utama akan turun. Memang saat ini ada sedikit ada goncangan. Tapi Pak Muddak sebagai komisaris utama, turun langsung. Sekarang SFC masih eksis mengikuti turnamen-turnamen, sesuai aturan liga utama. Sebab kalau tak ikut maka akan didiskualifikasi. Alhamdulillah karena ada penyelamat,” ujarnya.

“SFC ini klub yang dikelola oleh PT SOM. Jadi dia mandiri dari segalanya. Jadi kita tetap bagaimana pengelolaan klub ini secara profesional. Jadi nggak bisa dicampur-campur keinginan intrik-intrik keinginan politis lain. Karena kita ingin menjadi icon masyarakat Sumsel khsusunya tetap eksis,” tukasnya.

Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved