Berita Prabumulih

Antisipasi Rabies, Peternakan Prabumulih Kontrol Anjing Liar

Tidak hanya mengontrol hewan kurban dan hewan peliharaan milik warga lainnya, Bidang Peternakan Dinas Pertanian melakukan kontrol terhadap

Antisipasi Rabies, Peternakan Prabumulih Kontrol Anjing Liar
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Tidak hanya mengontrol hewan kurban dan hewan peliharaan milik warga lainnya, Bidang Peternakan Dinas Pertanian melakukan kontrol terhadap keberadaan anjing Liar yang ada di Bumi Seingok Sepemunyian.

Kontrol hewan jenis anjing liar itu dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan akan munculnya gigitan anjing yang menyebabkan penyakit rabies.

"Selain mengantisipasi penyakit rabies dengan pemberian vaksin, kami juga sedang mengontrol populasi anjing liar meski kita mengalami kendala atau kesulitan," ungkap Kepala Dinas Pertanian Drs Syamsudin SP MSi kepada wartawan akhir pekan kemarin.

Semwnta Kabid Peternakan, drh Hj Nora Gustina menambahkan, pihaknya memiliki keterbatasan untuk memberikan suntikan vaksin terhadap anjing liar. "Kalau untuk anjing peliharaan itu sudah kita beri vaksin rabies, namun untuk anjing liar sangat sulit dilakukan apalagi populasi anjing peliharaan mencapai ribuan," katanya.

Nora menjelaskan, selain terus mengontrol anjing liar pihaknya juga terus mengingatkan seluruh pemilik anjing di kota Prabumulih untuk melakukan vaksin terhadap hewan peliharaannya itu. "Hewan ternak jenis anjing itu paling tidak setahun itu satu kali diberikan vaksin, jadi pemelihara anjing jangan lupa vaksin hewannya. Untuk persediaan vaksin kita cukup aman hingga akhir tahun," jelasnya.

Dalam penanganan penyakit rabies yang disebabkan anjing, Nora menuturkan pihaknya selalu berkoordinasi dan bekerjasama dengan dinas kesehatan sehingga ketika ada warga kena serang anjing rabies segera bisa diobati.

"Kita mengontorol hewannya, sementara dinas kesehatan mengontrol manusianya kalau tergigit anjing rabies," tuturnya.

Disinggung mengenai kasus rabies di kota Prabumulih, drh Nora mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan kasus gigitan anjing rabies. "Kalau untuk tahun ini belum ada, mudah-mudahan tidak ada," harapnya.

Lalu kewaspadaan tersebut apakah berkaitan dengan darurat rabies yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Nora, kewaspadaan yang dilakukan tersebut merupakan kewajiban. "Sebetulnya tidak, karena kita selalu waspada dan terus mengingatkan pemilik anjing untuk vaksin," tutupnya.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved