Berita Palembang

Polresta Palembang Ingatkan Masyarakat Berurusan Hukum Tidak Sembarangan Mengaku Keluarga Kapolri

Kasat Reskrim Polresta Palembang mengimbau seluruh pihak agar tidak sembarangan mengaku-mengaku sebagai keluarga kapolri

Polresta Palembang Ingatkan Masyarakat Berurusan Hukum Tidak Sembarangan Mengaku Keluarga Kapolri
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengimbau kepada seluruh pihak agar tidak sembarangan menyampaikan pengakuan atau mengaku-mengaku sebagai keluarga, orang dekat, sahabat dari Kapolri atau Pejabat tinggi Polri.

Apalagi pengakuan itu untuk kepentingan tertentu yang belum jelas sesuai dengan kebenaran dan faktanya.

Pernyataan ini diungkapkan setelah mencuatnya pengakuan terlapor di Polresta Palembang berinisial SS. Pengakuan itu disampaikan saat ini melapor ke Polda Sumsel.

SS melakukan itu karena telah menerima pengancaman yang dilakukan oknum anggota polisi berinisial AD.

Baca: Gegara Sering Diajak Ke Rumah Sakit, Anak Perempuan Terjangkit Bakteri Ganas,Ini Kisahnya

Baca: Beredar Foto Tersangka Berompi Oranye Tertawa, Fahri : Tidak Malu dan Jera, Karena Aparat Main-main

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara terkait kasus tersebut menjelaskan, korban yakni AD dalam laporannya bahwa munculnya kalimat yang mengatakan bila pihak terlapor (SS, red) dalam laporannya mengaku sebagai keluarga pejabat Polri atau Kapolri.

"Dapat kami pastikan bahwa fakta mereka (pihak terlapor) sebagai keluarga Kapolri itu tidaklah benar. Dari saat dan pasca kejadian, hingga saat ini belum ada konfirmasi apapun dari pihak terlapor untuk membenarkan bila mereka keluarga pejabat Polri atau Kapolri," ujarnya, Sabtu (8/9/2018).

Maka itulah, Polresta Palembang melalui Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara mengimbau Apalagi dalam sebuah peristiwa kejahatan atau pelanggaran hukum lainnya, ini dapat menimbulkan opini dan persepsi publik yang negatif. Selain itu dapat merugikan nama baik petinggi Polri dan pihak keluarganya.

Baca: Gubernur Sumsel Terpilih Herman Deru Berbagi Ilmu ke Bacaleg Nasdem Bagaimana Merebut Hati Pemilih

Baca: Sudah Empat Kali Jokowi Temui Istri Mendiang Gus Dur

"Setiap pernyataan semacam itu harus dapat dipertanggungjawabkan apabila nanti pihak yang dirugikan menuntut balik kepada pihak-pihak yang telah mencatut atau memberikan statement demikian," jelas Yon.

Sebelumnya dalam pemberitaan, dituduh melakukan penculikan AD (23) anggota polisi yang tinggal di Kecamatan Sako Palembang pada Selasa (4/9/2018) lalu mendatangi SPK Polresta Palembang untuk melaporkan SS (30) seorang wanita yang diduga membuat laporan palsu ke Polda Sumsel terhadap AD.

Ia tidak senang karena dituduh SS, karena sudah melakukan penculikan dan penganiayaan serta pengancaman terhadap adik terlapor berinisial MR. Laporan itu mengakibatkan nama baiknya tercemar.

Halaman
12
Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help