Rupiah Melemah, Pedagang Tahu dan Tempe di Banyuasin Menjerit Harga kacang Kedelai Ikut Naik

Pengaruh Dollar naik mengakibatkan harga sembako bahan melonjak. Salah satunya dikeluhkan pedagang tahu dan tempe di Kabupaten Banyuasin

Rupiah Melemah, Pedagang Tahu dan Tempe di Banyuasin Menjerit Harga kacang Kedelai Ikut Naik
TRIBUNSUMSEL.COM/DEFRI IRAWAN
Seorang pekerja sedang memotong tahu di tempat pembuatan tahu di Desa Sukomoro Banyuasin. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Pengaruh Dollar naik mengakibatkan harga sembako bahan melonjak.

Salah satunya dikeluhkan pedagang tahu dan tempe di Kabupaten Banyuasin, Kamis (6/9).

Rajab (40) pembuat tahu dan tempe di Desa Sukomoro Banyuasin.

Sejak nilai Dollar naik atas rupiah, bahan sembako ikut naik, termasuk harga kacang kedelai untuk membuat tahu dan tempe.

Saat ini lanjut dia, harga kacang kedelai hampir Rp 7000 ribu perkilogram.

Padahal sebelumnya masih diharga Rp 6000 ribu perkilogram.

" Sepertinya dollar berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok. Termasuk kami sebagai pedagang tahu dan tempe ini. Harga kacang kedelai sudah naik," ungkapnya.

Saat ini menurutnya keadaan ekonomi serba sulit.

Segala kebutuhan pokok naik.

Termasuk profesinya sebagai pembuat tahu dan tempe biasanya dagangannya laku banyak, dengan kondisi sekarang pembeli jadi sepi.

Selama ini Rajab berdagang hingga ke kawasan Betung. Kondisi harga getah karet murah dan cuaca panas yang berkepanjangan pembeli tahu jadi sedikit.

"Ditambah lagi Dollar naik ini. Sepertinya kondisi ekonomi masyarakat cukup susah. Semua barang mahal. Mau mencari makan sehari-hari sulit," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Banyuasin, Fauzi mengatakan, kenaikan nilai mata uang dollar saat ini merupakan pengaruh ekonomi dunia.

Ia meyakini nilai tukar rupiah akan kembali normal.

"Saya rasa menurunnya pembeli merupakan faktor ekonomi secara global. Dan kenaikan harga sembako masih wajar. Saya yakin nilai rupiah akan kembali normal," tegasnya. (Def).

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved