Rupiah Anjlok, Ekonom Amerika Serikat Steve Henke Sebut Presiden Jokowi 'Omong Kosong'

Rupiah Anjlok, Ekonom Amerika Serikat Steve Henke Sebut Presiden Jokowi 'Omong Kosong'

Rupiah Anjlok, Ekonom Amerika Serikat Steve Henke Sebut Presiden Jokowi 'Omong Kosong'
kolase/net
Steve Henke dan Presiden Jokowi 

Steve Hanke kemudian membenarkan pernyataan Fadli Zon.

"Zon, You are correct. US/IMF were trying to topple Suharto, and did.

As his chief adviser, I met with Suharto at his residence every night.

He knew exactly what the great game was all about.

(Zon, kamu benar AS / IMF berusaha menggulingkan Suharto, dan melakukannya. Sebagai penasihat utamanya, saya bertemu dengan Suharto di kediamannya setiap malam. Dia tahu persis apa permainan hebatnya-red)," tulis Steve.

Jadi tuan rumah pertemuan IMF dan Wolrd Bank

Diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam IMF-World Bank Annual Meetings (AM 2018) akan digelar di Bali pada 8-14 Oktober 2018.

Dikutip laman resmi BI, pertemuan tersebut merupakan pertemuan terbesar dunia dalam bidang ekonomi dan keuangan.

Diketahui, pertemuan ini menghadirkan Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara anggota.

Sementara total peserta pertemuan itu sendiri mencapai 15 ribu orang.

Fadli Zon pun angkat bicara terkait hal ini.

Menurutnya, pemerintah Indonesia yang bertindak sebagai penyelenggara acara IMF-World Bank 2018 tidak hebat, karena bukannya dibayar, namun justru keluar uang 1 triliyun rupiah.

"Pemerintah @jokowi jadi 'event organizer' pertemuan World Bank - iMF.

Sebagai EO bukan dibayar, malah keluar uang hampir 1 triliyun rupiah.

Terus apa hebatnya?" kata Fadli Zon.

Sebelumnya, Fadli Zon pernah meminta agar Indonesia hati-hati terhadap IMF.

Hal ini ia sampaikan ketika delegasi IMF Christine Largede mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu dan memuji Indonesia.

Fadli Zon bahkan khawatir jika pujian IMF tersebut beracun.

"Hati2 pujian beracun. Waktu krisis 1997-1998 IMF jg puji2 fundamen ekonomi RI kuat.

Tp setelah itu menyiram bensin ke tengah api," ujar Fadli.

Menurutnya, IMF adalah institusi yang membuat ekonomi RI hancur pada 20 tahun silam.

"IMF adalah institusi yg bikin hancur ekonomi RI 20 th lalu. Kini pemerintah menjamu besar2an IMF dg biaya Rp 1 Trilyun. Mental Inlander?," kata Fadli Zon.

Dana Rp 11,9 triliun dikucurkan untuk amankan rupiah

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, hingga hari Selasa (5/9/2018) BI telah mengeluarkan Rp 11,9 triliun baik di pasar valuta asing maupun membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Sejak Kamis, Jumat, Senin, Rabu kita intervensi jumlahmya meningkat. Juga di pasar sekunder koordinasi dengan Kemenkeu (Kementerian Keuangan)," kata dia ketika rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (5/9/2018), dikutip Kompas.com.

"Pembelian SBN tidak hanya stabilkan pasar SBN tapi juga mendukung stabilitas nilai tukar, agar suhu badan kita turun. Hari Kamis kita beli Rp 3 triliun, Jumat Rp 4,1 triliun, Senin Rp 3 triliun, dan kemarin Rp 1,8 triliun," sambung dia.

Dia menjelaskan, intervensi ganda merupakan salah satu bentuk langkah jangka pendek untuk stabilkan rupiah.

Selain itu, menurut Perry, hal terpenting dalam menjaga stabilitas rupiah adalah dengan menyeimbangkan tingkat depresiasi serta volatilitas nilai tukar tersebut.

Sehingga nantinya, jika memang harus terdepresiasi terhadap dollar AS tidak akan terjadi secara tiba-tiba.

"Yang paling penting adalah menjaga tingkat depresiasi agar tidak oversoothing sehingga kalau memang terjadi depresiasi tidak mendadak, tetapi secara gradual," ucap dia.

Dia menyebutkan, Bank Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mengawal ketat rupiah seperti meningkatkan suku bunga acuan, intervensi ganda di pasar valas, serta menawarkan swap dengam biaya yang lebih murah. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help