Dolar Naik

Produsen Tempe Siasati Harga Kedelai Tinggi Dengan Perkecil Ukuran

Sejumlah produsen tempe yang ada di kota Palembang mengeluhkan harga bahan pokok pembuat tempe yaitu kedelai Rp 8 ribu per Kg.

Produsen Tempe Siasati Harga Kedelai Tinggi Dengan Perkecil Ukuran
Shutterstock
Tempe 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--- Sejumlah produsen tempe yang ada di kota Palembang mengeluhkan harga bahan pokok pembuat tempe yaitu kedelai, yang terus meroket dan menyentuh Rp 8 ribu per Kg.

"Harga kedelai saat ini memang naik terus beberapa kali dari Rp 6 ribu sekarang menjadi Rp 8 ribu, dan jelas memberatkan produsen yang imbasnya ke konsumen juga nantinya," kata produsen tempe dikawasan macan lindung, Siti Romjana, Kamis (6/9/2018).

Baca: Relawan #2019GantiPresiden Diakui Ketua DPP PKS Bawa Perubahan, Sekarang Mau Nyoblos

Akibatnya, menurut Siti, mau tidak mau produsen tempe menyiasatinya dengan memperkecil ukuran dari bentuk yang selama ini dipasarkan.

"Tidak bisa naik harga otomatis, jadi dikecil sedikit tapi itupun kadang dikomplain langganan. Tapi kalau tidak cak itu, pendapatan tidak memungkinan dan tidak balik modal," ujar Siti.

Dijelaskan Siti, dengan kondisi bahan utama tempe yang mahal, dan ditambah omzet yang menurun 40 persen, setelah tempat penjualannya di pasar Cinde dilakukan renovasi. Maka diperlukan peran pemerintah untuk mengendalikan harga kedelai tidak menjadi lebih tinggi, pasalanya selama ini kedelai diimpor dari Amerika Serikat.

"Kami berharap pemerintah mengusahakan agar turun harga kedelai, kemarin perwakilan kami rapat Jakarta soal kacang- kacangan tapi belum ada solusi. Yang jelas pedagang kecil sudah berat," tandasnya.

Sementara salah satu sub agen kedelai yang ada di kota Palembang, Eri mengaku, dengan dollar AS terus naik dipastikan harga kedelai impor akan ikut naik nantinya.

Baca: Warga Takut Melintas di Jembatan Bulu Itam Prabumulih, Banyak Lobang Aspal Turun Terancam Putus

"Pasti ada dampak barang dari AS (kedelai), sekarang kita jual Rp 7.500 per kg, sebelumnya beberapa bulan lalu Rp 6.600. Dimana kedelai impor sangat bagus untuk buat tempe, kalau kedelai lokal tidak bagus," beber Eri yang usahanya berada di Kasnariansyah Palembang.

Dilanjutkan Eri, dalam sehari dirinya bisa menjual sekitar 4 ton kedelai ke pengrajin tempe yang ada. Namun tidak menutup kemungkinan nantinya akan menurun karema harganya naik atau produsennya ngerem produksi.

"Kita harap bisa stabillah harga kedelai ini, dan pemerintah harus bisa mencarikan solusinya," pungkas Eri.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved