Kesadaran Produk Halal Meningkat, Ini Syarat, Proses, dan Biaya Pembuatan Sertifikat Halal

Pembuatan sertifikat halal tidak membutuhkan waktu terlalu lama setelah turunnya auditor dari LPPOM

Kesadaran Produk Halal Meningkat, Ini Syarat, Proses, dan Biaya Pembuatan Sertifikat Halal
Tribun Sumsel/ Melisa Wulandari
Pengusaha IKM di Palembang Komaria Esqi yang menerima sertikat halal ini 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Sertifikat halal yang saat ini minim diketahui oleh pelaku usaha. Sementara dalam undang-undang nomor 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal, pemerintah memastikan wajib halal di 2019.

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan (Sumsel) Tri Wardani mengatakan, mendukung pada undang-undang tersebut, semestinya pemerintah memiliki peraturan pemerintah atau perda untuk mempertegas wajibnya para Industri Kecil Menengah (IKM) memiliki sertifikat halal.

"Dengan jumlah IKM puluhan ribu, tetapi yang sudah mengajukan masih minim. Hal ini karena kurang pemahaman IKM dan merasa produknya sudah halal tanpa diuji oleh LPPOM," katanya usai pemberian sertifikat halal secara gratis oleh Kementerian Perindustrian Direktorat Industri Kecil Menengah Pangan, Barang Kayu dam Furniture (PKBF), di Hotel 101, Rabu (5/9/2018).

Baca: Sriwijaya FC Berbenah, Muddai Lepas Jabatan Dirut dan Manajemen Segera Temui Gubernur Baru

Baca: Hari Ini atau Besok, Jokowi Umumkan Erick Thohir Sebagai Ketua Tim Pemenangannya

Dia mengatakan, pembuatan sertifikat halal tidak membutuhkan waktu terlalu lama setelah turunnya auditor dari LPPOM.

Auditor akan memeriksa bahan pembuatan, alat hingga karyawan. Sementara untuk biaya auditor, komisi fatwa dan biaya sertifikat dilihat dari besar kecil usaha. Setidaknya setiap IKM membayar Rp500 ribu - Rp3 juta.

"Ketika masa sertifikat halal 2 tahun ini habis, sertifikat halal ini tidak boleh lagi dipasang dan harus diperpanjang dengan pemeriksaan kembali," katanya.

Baca: Info Uang TPG Dihapus Hoax, Jokowi Tegaskan Akan jadi Orang Pertama yang Bela Nasib Guru

Baca: Dilan 1990 Masih Film Terlaris di 2018, Sanggupkah Wiro Sableng Mengalahkannya?

Namun sayangnya, masih ada usaha kecil yang sudah memiliki sertifikat tapi tidak perpanjang, masih memasang logo dan sertifikat halal.

"Ini sebetulnya tidak boleh, tapi kami tidak bisa bertindak karena masih belum adanya turunan aturan undang-undang itu baik Perda atau Perwali," ujarnya.

Sementara itu kesadaran masyarakat terhadap suatu yang halal kini terus meningkat. Dan pemahaman tidak lagi hanya soal makanan dan minuman untuk dikonsumsi, tapi menyangkut wisata halal, fashion halal, kosmeyika halal dan lainnya.

Baca: Dicopot dari Jabatan Komisaris Perusahaan BUMN Jasa Marga, Pesan Moral Refly Harun, Sangat Menohok

Baca: Cari Jodoh Buat Putra Sulungnya, Ridwan Kamil Tantang Netizen Tulis Pantun Rayuan Ter-Epik

Merujuk ketentuan UU no 33/2014, PP tentang Jaminan Produk Halal, pemerintah memastikan wajib halal di tahun 2019 dalm hal ini Kementrian Perindustrian Direktorat Industri Kecil Menengah Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur (PBKF) memberikan bantuan berupa fasilitasi sertifikat halal kepada 76 para pelaku usaha IKM makanan di Sumsel.

Yang terdiri dari beberapa Kabupaten/Kota di Sumsel, antara lain Palembang sebanyak 30 IKM dengan rata-rata komoditas makanan pempek, Ogan Ilir sebanyak 16 IKM dan Banyuasin 30 IKM.

Sertifikat halal diserahkan secara langsung oleh Direktur IKM pangan Barang dari Kayu dan Furnitur (PBKF) kementrian Perindustrian, Sudarto yang berlangsung di hotel 101 Palembang.

Baca: Yayan Ruhian Si Mahesa Birawa Ingin Bernostalia di Palembang, Ia Ternyata Pernah Tinggal di 26 Ilir

Baca: Jurnalis Asing Beberkan Jurus Luhut Panjaitan untuk Menangkan Jokowi di Pilpres 2018

"Tadi yang menerima sertifikat rata-rata IKM pempek, makanan ringan dan minuman," ujar Sudarto saat dibincangi Tribun setelah Seremonial penyerahan sertifikat halal Sumsel tahun anggaran 2018, Rabu (5/9).

Salah satu pengusaha IKM di Palembang yang menerima sertikat halal ini, Komaria Esqi mengatakan sangat penting memiliki sertifikat halal ini.

"Saya di rumah produksi sosis ayam, nugget dan bakso yang dapat sertifikat halal itu baru nugget dan sosis ayam. Punya sertifikat halal ini penting ya apalagi kita umat muslim dan konsumen sekarang itu pintar dan peduli dengan produk halal juga," ujar wanita yang tinggal di Lawang Kidul Darat dekat RS Pelabuhan ini.

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help