Kemenpora Tagih 3.226 Barang Negara yang Diambil Roy Suryo, Ini Jawaban Mantan Menpora Era SBY

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo angkat bicara terkait surat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga

Kemenpora Tagih 3.226 Barang Negara yang Diambil Roy Suryo, Ini Jawaban Mantan Menpora Era SBY
Kahfi Dirga Cahya
Roy Suryo, juru bicara Tim Pemenangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, memerikan tanda secara eksplisit sikap Partai Demokrat pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo angkat bicara terkait surat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang meminta dirinya untuk mengembalikan 3.226 unit barang milik negara (BMN).

Politikus Partai Demokrat tersebut membantah menguasai sejumlah BMN itu.

"Terhadap aset BMN Kemenpora sebanyak 3.226 unit yang disebutkan-sebutkan masih saya bawa, padahal tidak sama sekali," ujar Roy saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (4/9/2018) malam.

Roy heran mengapa ia dituduh tidak mengembalikan BMN setelah melepaskan jabatannya sebagai menpora. Padahal, ia tidak menguasai BMN tersebut.

 Barang Negara Ia pun menduga ada motif politik di balik permintaan pengembalian BMN Kemenpora itu. "Ini adalah fitnah untuk menjatuhkan martabat serta nama baik saya di tahun politik ini," ujar Roy.

Untuk selanjutnya, ia pun enggan mengomentari persoalan ini lagi. Ia menyerahkannya ke kuasa hukum Tigor P. Simatupang.

"Untuk selanjutnya, silakan hubungi kuasa hukum saya Bapak Tigor P. Simatupang karena fitnah ini sudah sangat politis dan tendensius," lanjut dia.

Tangkapan layar warganet yang membicarakan surat Kementerian Pemuda dan Olahraga tentang pengembalian Barang Milik Negara yang ditujukan kepada Mantan Menpora, Roy Suryo.

Tangkapan layar warganet yang membicarakan surat Kementerian Pemuda dan Olahraga tentang pengembalian Barang Milik Negara yang ditujukan kepada Mantan Menpora, Roy Suryo.(Twitter)

Surat tagihan dari Kemenpora Diberitakan, permintaan Roy untuk mengembalikan BMN diketahui dari surat dengan kop Kemenpora yang ditujukan kepada Roy tertanggal 3 Mei 2018 silam. Surat itu beredar di media sosial dan ramai menjadi perbincangan.

Berikut kutipan isi surat : "...kami sampaikan pemberitahuan kepada Bapak (Roy Suryo) bahwa Tim Badan Pemeriksa Keuangan yang melakukan pemeriksaan di Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam tiga bulan terakhir ini ternyata masih memunculkan adanya BMN milik Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dianggap masih belum dikembalikan sebanyak 3.226 unit." "..

.mohon kiranya Bapak bersedia mengembalikan Barang Milik Negara yang saat ini masih tercatat sebagai Barang Milik Negara Kementerian Pemuda dan Olahraga agar kami dapat melaksanakan inventarisasi sehingga akuntabilitas pengelolaan Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga dapat dipertanggungjawabkan sesuai perundang-undangan yang berlaku."

Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto mengatakan, surat itu didasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan Surat Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 1711/MENPORA/INS/VI/2016 tanggal 17 Juni 2016 tentang Pengembalian Barang Milik Negara.

Selain itu, BPK juga melakukan audit terhadap Kemenpora. Hasilnya ada sejumlah BMN yang belum dikembalikan ke negara. BMN itu ada pada Roy Suryo. Gatot mengakui bahwa salah satu BMN yang belum dikembalikan Roy adalah barang-barang elektronik.

"Jadi, dulu pernah membeli sesuatu, pembeliannya lalu ditanggung Kemenpora, misalnya barang elektronik," ujar Gatot kepada Kompas.com, Selasa.

Gatot juga membenarkan bahwa ada barang lain selain barang elektronik. Namun, Gatot enggan merinci barang apa saja yang dimaksud. Kemenpora pun akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara pada Kementerian Keungan dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait tidak kunjung dikembalikannya BMN dari Roy tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kata Roy Suryo soal 3.226 Barang Milik Negara yang Ditagih Kemenpora"

====

Berdasarkan data Laporan Harta kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) tahun 2014, disebutkan bahwa Roy mempunyai harta tidak bergerak berupa 6 tanah dan bangunan, total nilai aset tanah dan bangunan ini sebesar Rp1.012.265.000.

Kemudian harta yang paling banyak Roy Suryo adalah mobil. Sebagai sosok yang punya mobilitas yang tinggi, Roy punya aset mobil sebanyak 35 unit (Ini dia buka pangkalan taksi apa ya?). Nilai seluruh mobil milik Roy ini sebesar Rp3.037.323.200.

Roy ternyata juga punya peternakan kucing Persia/bengal. Tak tanggung-tanggung, aset kucing yang dia punya per tahun 2014 lalu sebanyak 30 ekor dengan nilai Rp550.000.000.

Harta bergerak lainnya (tidak disebutkan bentuknya) sebesar Rp388.265.000.

Untuk harta berupa giro dan setara kas, Roy Suryo punya aset dengan nilai Rp135.926.863 dan USD10.000.

Jika ditotal, Roy Suryo punya kekayaan sebesar Rp5.123.780.063 dan USD10.000.

Namun demikian, Roy Suryo tercatat punya hutang sebesar Rp2.266.852.000, sehingga nilai kekayaan bersihnya adalah sebesar Rp2.856.928.063 dan USD10.000

Editor: Mochamad Krisnariansyah
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help