Di Cabor Hoki, Peluang Jadi Atlet Nasional Lebih Besar

hoki bisa menjadi salah satu pilihan olahraga prestasi. Hoki termasuk cabor yang dipertandingkan di Asian Games.

Di Cabor Hoki, Peluang Jadi Atlet Nasional Lebih Besar
Dok. UKMK Hockey UIN RF
Peserta Diksar UKMK Hockey UIN Raden Fatah Palembang foto bersama usai menerima materi dari Ketua KNPI Prabumulih, Arafik Zamhari dan Redaktur Tribun Sumsel, Eko Adia Saputro, Kamis (6/9/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Puluhan mahasiswa baru mengikuti pendidikan dasar (Diksar) UKMK Hockey UIN Raden Fatah Palembang di Bumi Perkemahan (Buper), Gandus, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Kegiatan yang dilaksanakan 5-7 September 2018 ini diharapkan memberi bekal pengetahuan tidak hanya tentang hoki sebagai salah satu cabang olahraga, tapi juga sebagai organisasi yang eksis dan berdikari.

Ketua UKMK Hockey UIN Raden Fatah Palembang, Galih, menjelaskan, Diksar ini bagian dari upaya rekrutmen anggota baru. Mahasiswa yang ikut dalam kegiatan ini, diharapkan bisa menjadi bagian dari keluarga hoki sekaligus sebagai generasi penerus ketika para pengurus saat ini sudah menyelesaikan studi.

"Diksar ini diharapkan bisa menjadi momentum mengenalkan hoki ini lebih dalam, sekaligus juga mengakrabkan calon anggota dengan para pengurus," kata Galih.

Pada sesi pengenalan hoki Kamis (6/9/2018), panitia Diksar mendatangkan Ketua KNPI Kota Prabumulih, Arafik Zamhari dan Redaktur Tribun Sumsel, Eko Adia Saputro, dua diantara beberapa inisiator pendiri UKMK Hockey UIN Raden Fatah Palembang.

Sejarah perkembangan hoki di UIN raden Fatah Palembang, dipaparkan Arafik dengan penuh makna dan motivasi. Mengingat tidak mudah mendirikan organisasi kemahasiswaan ini, Arafik berharap generasi penerus terus berupaya sekuat tenaga membuat heckey ini eksis di Sumsel, terutama kampus UIN Raden Fatah Palembang.

"Tidak mudah menghidupkan hoki setelah pelaksanaan PON 2004. Kita punya alat tapi tidak punya atlet. Belum lagi menjadikannya UKMK yang punya anggaran setiap tahun. Mari kita manfaatkan oragnisasi ini untuk sama-sama belajar dan syukur-syukur bisa jadi atlet nasional," kata Arafik.

Hal senada juga dikatakan Eko Adia Saputro. Dia menjelaskan, UKMK hockey bukan semata-mata soal olahraganya. Tapi banyak hal yang bisa dipelajari di sana. "Saya belajar sportif dari hoki, saya belajar berorganisasi dari hoki dan saya belajar arti kekompakan sebagai tim, kebersamaan seperti keluarga ya di hoki. Jadi manfaatkanlah organisasi ini dengan sebaiknya," kata Eko.

Meski begitu, Eko mengingatkan, bahwa bagimana pun pentingnya berogranisasi, kuliah tetap yang utama. "Tolok ukurnya sederhana saja, kalau organisasi membuat kita lebih baik dalam sikap dan akademik, maka ikuti. Tapi kalau sebaliknya, lebih baik tinggalkan, fokus kuliah," katanya.

Mengenai hockey, menurut Eko, bisa menjadi salah satu pilihan olahraga prestasi. Hoki termasuk cabor yang dipertandingkan di Asian Games.

"Mengingat talenta hoki tidak sebanyak sepakbola atau bulutangkis, maka kesempatan menjadi atlet nasional terbuka lebar, manfaatkanlah. Saya sering bilang ke kawan-kawan, 'latihan tiada henti sampai keringat jadi nasi', itu semboyan saya dulu," katanya. (asa)

Editor: Eko Adiasaputro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help