Berita Banyuasin

Pembangunan Pusdiklat Maitreya Sriwijaya di Talang Buluh Banyuasin Disetop, Ini Alasannya

DPRD Kabupaten Banyuasin akan menyetop sementara pembangunan Pusdiklat Maitreya Sriwijaya diatas lahan 62 hektar di desa Talang Buluh

Pembangunan Pusdiklat Maitreya Sriwijaya di Talang Buluh Banyuasin Disetop, Ini Alasannya
Tribunsumsel.com/ Defri Irawan
Rapat gabungan DPRD Banyuasin , Pemkab Banyuasin, MUI, Kemenag dan tokoh masyarakat Banyuasin membahas masalah pembangunan Pusdiklat Maitreya di Desa Talang Buluh,Rabu (5/9/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Sumsel.com, Defri

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - DPRD Kabupaten Banyuasin akan menyetop sementara pembangunan Pusdiklat Maitreya Sriwijaya diatas lahan 62 hektar di desa Talang Buluh karena status lahan tersebut belum jelas karena masih masuk wilayah Kota Palembang, Rabu (5/9/2018)

Baca: Ini Harga dan Syarat untuk Memiliki Rusunami Sentraland Jakabaring Apartemen

Dikatakan, Irian Setiawan Ketua DPRD Banyuasin, berdasarkan aturan PP Nomor 23 tahun 1988 kawasan itu masuk wilayah Kota Palembang.

Dengan demikian pembangunan Pusdiklat akan distop terlebih dahulu hingga ada kejelasan status lahan.

Hal ini lanjut Irian berdasarkan hasil rapat bersama Pemkab Banyuasin, MUI, Kemenag,DPRD dan tokoh masyarakat Banyuasin di ruang rapat DPRD Banyuasin, Rabu (5/9/2018) pagi.

Baca: Hasil Make Up Bikin Wajahnya Jelek, Ayang Merinda Unggah Foto Ini,Nikita Mirzani Langsung Kesal

" Ya untuk sementara pembangunan Pusdiklat ini harus distop terlebih dahulu atas saran semua pihak karena status wilayah belum jelas," ujarnya.

Menambahkan, Wakil Ketua DPRD Banyuasin, Sukardi, pembangunan Pusdiklat ini distop sementara hingga status perizinan jelas dan Pemkab Banyuasin diminta untuk menyelesaikannya.

" Distop disini dalam arti masih menunggu perizinannya dan Pemkab Banyuasin diminta untuk segera menyelesaikannya," tegas Sukardi.

Baca: Kembali Sukses Jalani Program Bayi Tabung, Tya Ariestya Positif Hamil Anak Kedua Kun Fayakun

Penulis: Defri Irawan
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help