Pilpres 2019

Karni Ilyas Akhirnya Buka Suara Alasan di Balik Batalnya Tayangan ILC Bahas soal Persekusi

Terungkap sudah alasan pemandu acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne Karni Ilyas tidak jadi menayangkan acar

Karni Ilyas Akhirnya Buka Suara Alasan di Balik Batalnya Tayangan ILC Bahas soal Persekusi

TRIBUNSUMSEL.COM- Terungkap sudah alasan pemandu acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne Karni Ilyas tidak jadi menayangkan acara yang membahas dugaan persekusi yang dialami Neno Warisman dan Ahmad Dhani pada Selasa (28/8/2018) lalu.

Pembatalan ILC memunculkan spekulasi liar keterlibatan pemerintah yang disuarakan pelbagai pihak yang berseberangan.

Rocky Gerung ikut angkat bicara terkait batal tayangnya Indonesia Lawyers Club (ILC) edisi Selasa (28/8/2018).  

Rocky langsung menunjuk Istana di balik batalnya ILC tayang. 

Hal itu terlihat dalam akun youtube Rocky Gerung yang menulis judul 'ILC Batal Tayang Karena Kendala TEKNIS (Tekanan Istana). Mohon Maaf atas kedunguannya. Terima Kasih.' 

Politikus Gerindra Fadli Zon pun menimpali komentar Rocky Gerung lewat akun twitternya. 

Fadli Zon mengomentarinya dengan menulis 'Singkatan baru dr kata "Teknis" Tekanan Istana. Kreatif n mengena'.

Baca: Ikut-ikutan Soimah Edit ZFoto Wajah Tirus, Milendaru dan Lucinta Luna Malah Kena Hujat Habis-habisan

Muhammad Said Didu mengatakan di Twitter-nya bahwa semoga ILC dibatalkan tayang bukan karena TV One kena persekusi.

"Semoga pembatalan acara pembahasan tentang Persekusi di ILC malam ini bukan krn TVOne kena persekusi. Semoga bang Karni Ilyas tetap semangat," ujar Said Didu.

Sedangkan Hidayat Nur Wahid lewat akun twitter-nya, @hnurwahid, Selasa (28/8/2018) ikut menanggapi cuitan Said Didu.

Menurutnya jika benar ILC dibatalkan karena kena persekusi, ia mempertanyakan masa depan independensi dan kedaulatan pers.

"Amin semoga demikian. Lha kalau dengan alasan itu, program sekelas ILC saja bisa (kembali) dibatalkan, bagaimana membayangkan masa depan independensi dan kedaulatan pers?" ujar Hidayat Nur Wahid.

Ia juga mempertanyakan kualitas dan legitimasi pemilu 2019 dan satu abad kemerdekaan Indonesia.

Halaman
123
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved