Pilpres 2019

Diprotes Hingga Dugaan Alami Persekusi usai Batalkan ILC, Karni Ilyas: Tak Semua Bisa Dikatakan

Pemandu acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne Karni Ilyas angkat bicara mengenai tidak tayangnya acara tersebut

Diprotes Hingga Dugaan Alami Persekusi usai Batalkan ILC, Karni Ilyas: Tak Semua Bisa Dikatakan
karni ilyas 

TRIBUNSUMSEL.COM--Pemandu acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne Karni Ilyas angkat bicara mengenai tidak tayangnya acara tersebut pada Selasa (28/8/2018) lalu.

Seperti dikutip TribunWow.com dari siaran langsung tvOne di YouTube, Selasa (4/9/2018) malam, Karni Ilyas membeberkan alasan kenapa ILC batal tayang pada pekan lalu.

Tak hanya itu, tema 'Layakkah Mantan Napi Koruptor Jadi Caleg?', Karni Ilyas mengungkapkan juga banyak yang memprotes.

"Ribuan dari pemirsa pencinta ILC memprotes saya Selasa yang lalu, karena tiba-tiba ILC tidak ada. Hari ini ketika kita umumkan topik yang ini juga ribuan orang memprotes saya dan ILC," ungkap Karni Ilyas.

Lantas, Karni Ilyas menyinggung banyak penggemar ILC yang menyebut dirinya dipersekusi supaya ILC tidak tayang.

"Banyak yang mengira saya pekan lalu di persekusi juga, dan juga banyak yang menyesalkan kenapa tidak berani untuk tetap menayangkan tema persekusi," ujar Karni Ilyas.

"Kalau pekan ini para pencinta ILC menyayangkan atau kecewa pada topik atau tema tidak seperti yang tidak mereka inginkan yaitu persekusi," kata dia menambahkan.

Terkait hal itu, dirinya meminta maaf lantaran telah mengecewakan para penggemar ILC.

"Namun saya harus mengatakan bahwa tidak ada persekusi kepada saya sama sekali," tegas dia.

Karni Ilyas kemudian mengatakan alasan tidak tayangnya ILC yang ingin mengangkat tema persekusi itu.

"Saya harus menjawabnya, ternyata dalam hidup tidak semua yang kita rasakan, kita bisa katakan, dan tidak semua yang kita alami kita bisa menceritakan ke orang lain, apalagi kepada publik. Itulah jawaban kenapa tema ILC tentang persekusi dibatalkan atau tidak ditayangkan," terang Karni Ilyas.

"Kebenaran yang setengah-setengah adalah kebohongan yang terbesar, kata Benjamin Franklin, pendiri negara Amerika Serikat," tambah dia.

Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved