Airnav Ikut Berjibaku Tangkal Asap Demi Asian Games

KOTA Palembang Sumatera Selatan nyaris tak diguyur hujan selama hampir dua minggu

KOTA Palembang Sumatera Selatan nyaris tak diguyur hujan selama hampir dua minggu. Pertengahan Agustus lalu, di hari-hari selama Asian Games, tipis-tipis kabut asap mulai muncul.

Helikopter bomber sibuk wara-wiri di udara. Ambil air lalu menumpahkannya di titik api. Jangan sampai asap menggangu helatan akbar. "Sumsel harus zero asap tahun ini selama Asian Games," kata Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Ujung tombak pemadaman sumber asap ada di pasukan udara yang dikomandoi BPBP Sumsel.

Sementara itu Kamis (21/4) pagi di ruang ATC radar Airnav Palembang, Suvervisor Sift 2 ATC radar, Tia Ariesta tengah sibuk mengatur separasi jarak pesawat di wilayah udara Sumatera Selatan. Beberapa kali ada warna merah muncul di monitor. "Itu tandanya pesawat yang terbang dalam posisi sangat dekat melewati zona aman," katanya. Ia pun sibuk berkomunikasi dengan pilot. Pesawat yang berdekatan itu ternyata para personel water bombing yang juga tengah sibuk berjibaku memadamkan api.

"Sekarang tantangannya lebih besar karena asap tidak terlalu pekat jadi pesawat komersil masih tetap beraktivitas seperti biasa sementara water bombing tengah sibuk," katanya. Tia membandingkan dengan tahun sebelumnya saat kabut begitu pekat, hingga lalu lintas udara ditutup sementara.

Ibu satu anak ini mengaku saat-saat menegangkan di pekerjaannya adalah bagaimana mengatur separasi waktu antar pesawat di udara. Apalagi wilayah udara yang jadi tanggung jawab mereka termasuk Jambi dan Bengkulu. "Saat berhasil mengurai kepadatan, rasanya lega banget," katanya.

Sehari di ATC Radar hari berikutnya Tia bertugas di menara tower bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II. Di radar, Tia dan timnya bertanggung jawab untuk urusan lalu lintas pesawat di atas ketinggian 3000 kaki. "Kalau di bawah 3000 kaki tanggung jawab petugas di tower. Sederhananya seperti itu," katanya. Tapi tugas mereka tak sederhana.

Pekerjaan di tower tidak kalah sibuknya. Palembang tengah jadi tuan rumah Asian Games. Belum lagi pesawat yang membawa rombongan jamaah haji yang pulang mulai tiba. Pergerakan pesawat atau traffic movement di SMB II naik. "Saat ini paling tidak ada 150 pergerakan pesawat tiap harinya di SMB II," kata Handaru, Manager Operasi Shift 2 AirNav Indonesia Cabang Palembang. 

Bersama Handaru Tribun mengunjungi ruang pantau radar tempat Tia dan dua rekannya lagi sedang bekerja pada shif pagi itu. Setiap hari ada tiga shif tim yang bekerja. Shift pertama mulai pukul 07.00 - 13.00, lalu shift kedua pukul 13.00 - 20.00 dan shift malam mulai pukul 20.00-07.00 kesesokan harinya.

Tiga petugas ini bergantian menjadi pemandu. Satu petugas hanya boleh jadi pemandu selama dua jam saja tiap shift. "Setelah jadi pemandu beralih tugas jadi asinten," kata Handaru. Petugas tak boleh jadi pemandu lebih dari dua jam dalam sehari untuk menghindari keletihan atau fatigue.

Selain terkesan canggih karena begitu banyak monitor pemantau di ruang radar itu, para petugas juga tampak nyaman. Meski dipenuhi perangkat komputer canggih, suhu ruangan tempat mereka bekerja tak terlalu dingin. Kursi kerja para petugas pun nyaman dengan dilengkapi headrest. Sesekali sambil berbicara dengan pilot mereka menyenderkan kepala. "Tiap petugas setiap hari harus dalam kondisi yang prima. APalagi saat-saat sibuk seperti sekarang," kata Handaru.

Contohnya saja Tia, meski ia ibu rumah tangga yang kadang disibukkan dengan perkara domestik di rumah, saat bekerja semuanya harus dilupakan dulu. Seratus persen konsentrasinya harus dicurahkan.

Handaru merinci, Airnav punya lima tugas pokok. Pertama mencegah tabrakan antar pesawat dan rintangannya di darat. Kedua memperlancar dan menjaga ketertiban lalu lintas penerbangan. Lalu memberikan informasi penerbangan. "Yang terakhir dan tak kalah penting adalah memberikan informasi pada organisasi SAR baik insiden dan accident. Seperti info untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan pada para penerbang," katanya.

Selain menggunakan radar, Airnav Palembang juga dilengkapi peralatan Automatic Dependent Surveillance-Broadcasting (ADS-B) teknologi. Alat ini Untuk mengetahui posisi pesawat atau semacam GPS berbasis satelit. "ADS-B sebagai backup dari radar," katanya.

Helatan Asian Games di Palembang berjalan sukses sampai akhir penutupan. Kabut pun berhasil ditangkal. Para petugas yang di darat dan udara bahu membahu memadamkan dan menangkal api membesar. Bisa dibayangkan apa jadinya jika Asian Games dihelat saat Palembang dikepung asap seperti tahun 2015 lalu.

Kini hujan mulai turun di Kota Palembang. Kabut asap bukan lagi ancaman dan Asian Games pun sudah selesai. Tapi para tugas Airnav tetap berlanjut seperti biasa. Lebih-lebih saat cuaca buruk kadang-kadang datang. (pma)

Penulis: Prawira Maulana
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help