Berita Palembang

Sudah Selesai Dibangun Namun Rusunawa KM 5 Belum Ditempati Warga, Begini Kondisinya Sekarang

Kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), di Jalan Srijaya KM.5 Palembang, tampak masih memprihatinkan.

Sudah Selesai Dibangun Namun Rusunawa KM 5 Belum Ditempati Warga, Begini Kondisinya Sekarang
Tribunsumsel.com/ Euis Ratna Sari
Kondisi Rusunawa 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), di Jalan Srijaya KM.5 Palembang, tampak masih memprihatinkan.

Belum ada satu orang pun dari masyarakat umum yang mengisi atau menghuni tiap kamar yang sudah dibangun sejak 2009 itu.

Baca: Proyek Jalan Tol Kapal Betung Terus Lanjut, Tidak Terkendala Belum Tuntasnya Pembebasan Lahan

Halaman luar rusunawa dipenuhi rumput liar seperti ilalang kering yang semakin berserakan, pepohonan juga semakin rindang, melukiskan betapa tak terawatnya kawasan ini.

Rusunawa yang memiliki 4 lantai dan 75 unit ruangan itu masih tertutup rapat, beberapa lantai di bagian dalam rusunawa sudah pecah, aliran listrik pun sudah dicabut oleh PLN sejak beberapa bulan terakhir karena besarnya tunggakan biaya, Rabu (04/9/2018).

Baca: Anti Mainstream, Mahasiswa Baru STMIK MDP Cat Jembatan Hingga Bersihkan DAS, Ini Tujuannya

Beruntung ada 3 orang yang menunggu dan mengurus rusunawa ini.

Seorang warga sekitar yang dipercaya untuk menjaga rusunawa ini, Baihaki sudah sejak 2013 menjaga rusunawa hingga saat ini.

Baihaki mengatakan, bangunan 4 lantai ini sejak selesai dibangun belum jelas bagaimana pengelolaannya, ia pun kerap ditanya banyak warga yang berminat untuk menyewa atau menempati rusunawa ini.

Namun karena belum jelas bagaimana proseduralnya, ia belum berani menjelaskan kepada masyarakat.

Baca: KPK Bidik Pejabat Hingga Direktur yang Terima Tiket Gratis Nonton Asian Games, Ancaman Pidana

Baihaki bersama 1 orang lainnya yang turut menjaga dan tinggal di Rusunawa itu terpaksa menggadaikan 2 unit motor untuk membayar tunggakan listrik selama 4 bulan terhitung sejak April 2018 hingga Juni 2018 dengan angka tunggakan yang cukup besar, yaitu Rp 10.670.000. akibat dari tunggakan itu, aliran listrik yang terpasang harus terpaksa daicabut oleh PLN, dan saat ini Baihaki menggunakan listrik berbayar pulsa (token).

"Rusunawa begini saja keadaannya , sebetulnya sudah lumayan terawat karena ada saya dan 2 orang yang menjaga disini selama 24 jam"

Halaman
123
Penulis: Euis Ratna Sari
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved