Berita Mura

Sebabkan Ratusan Ikan Mati, Pemkab Mura Hentikan Operasional Perusahaan Pengolahan Kelapa Sawit

Penghentian merujuk hasil sidak tim yang menemukan terjadi pelanggaran berupa pembuangan limbah cair dilakukan PT SAS ke aliran Sungai Kelingi

Sebabkan Ratusan Ikan Mati, Pemkab Mura Hentikan Operasional Perusahaan Pengolahan Kelapa Sawit
Tribunsumsel.com/ Ist
Saat warga mengambil ikan-ikan yang mati dari Sungai Kelingi, Senin (3/9/2018) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS-Operasional perusahaan pengolahan buah kelapa sawit PT Selatan Agung Sejahtera (SAS) di Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri dihentikan sementara oleh Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Setelah Pemkab Mura melakukan inspeksi mendadak (Sidak) Senin (3/9/2018) kemarin, terkait permasalahan pembuangan limbah perusahaan ke Sungai Kelingi dan menyebabkan ratusan ikan mati mendadak.

"Penghentian merujuk hasil sidak tim yang menemukan terjadi pelanggaran berupa pembuangan limbah cair dilakukan PT SAS ke aliran Sungai Kelingi," kata Asisten I Setda Mura, EC Priskodesi di ruang rapat Bina Praja Pemkab Mura. Selasa, (04/09).

Baca: Alex Noerdin Sebagai Gubernur Tinggal Hitungan Hari, Dipaksa Mundur Karena Aturan Ini

Baca: 17 Orang Tewas Dalam 19 Kecelakaan Lalulintas di Lubuklinggau, Hati-hati Melintas Wilayah Rawan Ini

Dalam rapat yang dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD) dan dihadiri langsung Manager PT SAS Rudi Haryanto, EC Priscodesi menegaskan penghentian operasional ini berpedoman atas dasar surat pernyataan PT SAS tanggal 14 Agustus 2018 lalu.

"Kita memutuskan memberikan sanksi tegas berupa penghentian sementara, terhitung mulai rapat diputuskan hari ini. Hal itu berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup," paparnya.

Ia menuturkan sanksi akan dicabut bila perusahaan menyelesaikan perbaikan kolam- kolam.

Selain itu PT SAS sudah menangung seluruh biaya kompensasi kerugian masyarakat yang terkena dampak limbah yang dibuang ke aliran sungai.

Baca: Kartu Identitas Anak (KIA) Jadi Syarat Masuk Sekolah di Kabupaten Ini, Berikut Syarat Pembuatannya

Baca: Masih Tunggu Peraturan Gubernur, Ini Syarat Sewa Rusunawa Jalan Srijaya KM 5 Palembang

"Setelah semua dipenuhi baru kita izinkan lagi beroperasi," ungkapnya.

Hanya saja, Pemkab Mura masih memberikan dispensasi kepada pihak perusahan untuk menyelesaikan tandan buah segar kelapa sawit yang sudah terlanjur dibeli dari masyarakat.

"Keringanan kepada perusahan untuk menyelesaikan proses pembelian buah sawit, karena mobil mobil banyak yang susah mengantri, tapi mulai besok kita mintak tidak ada aktivitas lagi," terangnya.

Manager PT SAS Rudi Haryanto mengaku hanya bisa pasrah dengan sanksi penghentian operasional yang diberikan oleh Pemkab Mura.

Baca: Setara Hotel Bintang 3, Tarif Menginap di Wisma Atlet Jakabaring Rp 400 Ribu Per Malam

"Ya mau gimana lagi kalau Pemda maunya seperti itu, kalau kita tidak mau la kalau dihentikan,tapi sudah seperti ini ya sudah lah mau bilang apa lagi," ujarnya seraya berlalu.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help