Proyek Jalan Tol Kapal Betung Terus Lanjut, Tidak Terkendala Belum Tuntasnya Pembebasan Lahan

Kendala belum adanya penyelesaian ganti rugi lahan, yang masih dipertahankan warga, tidak digarap oleh pelaksana PT Waskita Karya

Proyek Jalan Tol Kapal Betung Terus Lanjut, Tidak Terkendala Belum Tuntasnya Pembebasan Lahan
Sripo/ Mat Bodok
Proyek pekerjaan Jalan Tol Kayuagung Palembang Betung (Kapal Betung) yang masih dalam pengerjaan pengerasan dengan tanah merah di sisi kiri STA 00 + 300 dan pengerasan dengan batu pecah di sisi kanan, tampak mobil tanki melakukan penyiraman agar pekerjaan pengerasan memadat. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG-Pekerjaan proyek Jalan Tol Kayuagung Palembang Betung (Kapal Betung) sepanjang 33 Kilometer (KM) dan lebar 50 meter khusus di wilayah Desa Celikah Kecamatan Kayuagung, terus dikebut oleh pihak pelaksana perusahaan PT Waskita Karya.

Pantauan wartawan, Selasa (4/9/2018) dari pintu masuk rencana jalan tol Kayuagung-Palembang sudah dilakukan penimbunan dengan tanah merah, pasir, koral jagung, batu pecah, kurang lebih sepanjang 100 meter dari Jalan Raya Desa Celikah.

Pengerasan ini dilaksanakan dengan sistem kiri dan kanan, karena kendaraan besar, angkutan tanah timbun dan paku bumi, tiang pancang melintasi lokasi pengerasan.

Baca: KPK Bidik Pejabat Hingga Direktur yang Terima Tiket Gratis Nonton Asian Games, Ancaman Pidana

Baca: Atlet-atlet Asal Sumsel Dapat Uang Saku Rp 15 Juta, Hinayah Dibuatkan Rumah di Musi Banyuasin

Sebab itu, pengerasan dilakukan dibagian kanan arah Kayuagung Palembang.

Pekerjaan pemasangan tiang pancang dibeberapa titik juga terus berlangsung, demikian pembangunan jembatan dan box culvert, saluran air, masih dalam pekerjaan di beberapa titik di lokasi rawan banjir yang memang lokasi persawahan tadah hujan.

Terkait persoalan, kendala belum adanya penyelesaian ganti rugi lahan, yang masih dipertahankan warga untuk tidak digarap oleh pelaksana PT Waskita Karya, tidak menjadi persoalan yang berarti, karena menurut Kepala Proyek (Kapro) PT Waskita Karya Okta Mulya Thaher, semuanya bukan wewenang Waskita sebagai pelaksana.

Baca: Zulfikar Panik Kebakaran Lahan Gambut Nyaris Menyambar Kebun Nanasnya, Berkat Alat Ini Api Padam

"Untuk pelaksanaan pekerjaan sampai sekarang diperkirakan, berkisaran 40 persen," kata OKta ketika dihubungi melalui telpon.

Terkait persoalan di lapangan dijelaskan Fajar Indo selaku adm proyek Waskita Karya, bukan tanggungjawab Waskita, karena pihak Waskita hanya sebagai pelaksana dan perintah dari owner.

Sejauh ini, dalam pelaksanaan belum ada kendala yang berarti di lapangan.

"Kami pelaksana dari PT Srim dan PT Prima Indojaya Mandiri (PIM), jadi kalau ada masalah silahkan langsung ke perusaan tafi," ujar Fajar saat ditemui di halaman kantor Waskita Kayuagung, yang mengaku telah di telpon pihak polres seraya berlalu meninggal wartawan.

Sementara itu, informasi yang dihimpun wartawan, selama dalam pelaksanaan pembangunan proyek jalan tol baik dari Pematang Panggang Kayuagung (PPKA) hingga Kayuagung Palembang Betung, masih ada persoalan yang belum terselesaikan, khususnya ganti rugi lahan. (SP/MAT BODOK)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved