Berita Kriminal Palembang

Awalnya Antar Teman Wanitanya ke Hotel, Oknum Polisi ini Saling Lapor, Ini Kronologis versi Pelapor

Afrido Dzikrullah (23), seorang anggota polisi warga Kelurahan Sako Kecamatan Sako, Selasa (4/9) mendatangi SPK Terpadu Polresta Palembang.

Awalnya Antar Teman Wanitanya ke Hotel, Oknum Polisi ini Saling Lapor, Ini Kronologis versi Pelapor
Tribunsumsel.com/ Tiara Anggraini
Rohman Hasyim SH kuasa hukum pelapor 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG--Afrido Dzikrullah (23), seorang anggota polisi warga Kelurahan Sako Kecamatan Sako, Selasa (4/9) mendatangi SPK Terpadu Polresta Palembang.

Ia melaporkan seorang wanita berinisial 'SS' (30) yang diduga membuat laporan palsu ke Polda Sumsel.

Baca: Belum Terungkap 2 Kematian Minggu Lalu, Hari Ini Bertambah Lagi 1 Security di PGE Lumut Balai tewas

Dengan didampingi Kuasa Hukumnya, Rohman Hasyim SH terpaksa melaporkan wanita itu karena isi laporan wanita tersebut di Polda Sumsel sudah mengada-mengada dan sangat menyudutkan dirinya.

Menurut cerita Afrido saat membuat laporan, SS telah melaporkan sebuah tuduhan jika ia sudah melakukan perbuatan pidana dengan menculik menganiaya bahkan memberi ancaman terhadap terlapor (SS) yang dilakukan kepada sang adiknya berinisial 'MR' yang mengakibatkan nama baiknya tercemar.

Baca: Eko Patrio dan Dessy Ratnasari, Jadi Juru Bicara Tim Prabowo-Sandiaga

Padahal kondisi sebenarnya, lanjut Afrido melalui kuasa hukumnya di peristiwa yang terjadi pada kamis (30/8/2018) lalu itu bukan seperti laporan yang dibuat SS di Polda Sumsel.

Kejadian awaknya saat Afrido bertemu 'SS' di salah satu tempat hiburan malam di Jalan Basuki Rahmat.

"Disana klien saya bertemu SS karena dia meminta untuk diantarkan ke sebuah hotel di kawasan Rajawali , akhirnya klien saya mengantar ke lokasi tersebut. Di sana ternyata sudah ada menunggu teman lainnya dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap klien saya," jelas Rohman Hasyim Kuasa Hukum pelapor.

Baca: PDIP : Jokowi Membangun Semua Kesuksesan yang Diraih Dalam Asian Games Tidak Mudah

Masih kata Rohman, kliennya sempat ingin memberikan perlawanan dengan mengaku jika ia seorang polisi.

Namun salah satu teman pelapor juga mengaku bila ia adalah seorang keluarga dari Kapolri.

"Mendengar itu, klien saya lantas terdiam hingga tidak berani melakukan perlawanan. Terlapor dan teman-temannya semakin bringas mengeroyoki klien saya, yang saat itu hanya pasrah tidak bisa berbuat untuk melawan," jelasnya.

Baca: Alex Noerdin Sebagai Gubernur Tinggal Hitungan Hari, Dipaksa Mundur Karena Aturan Ini

Halaman
12
Penulis: Tiara Anggraini
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help