Berita Ekonomi

Sore ini Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Rp 14.822

Sempat berada di level tertinggi tiga tahun terakhir pada Jumat sore (31/8) yakni Rp 14.844, kini nilai tukar rupiah kembali anjlok

Sore ini Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Rp 14.822
Tribunsumsel.com/Hartati
Penukaran uang asing di Money Changer PT Haji La Tunrung Palembang. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sempat berada di level tertinggi tiga tahun terakhir pada Jumat sore (31/8) yakni Rp 14.844, kini nilai tukar rupiah kembali anjlok dengan selisih tipis yakni Rp 14.822 pada Senin sore.

Padahal kemarin rupiah sempat menguat beberapa poin yakni di level 14.710.

Baca: Tarik Sumbangan Rp 405 Ribu, SMA Negeri 2 Lubuklinggau Didemo Wali Siswa, Ini Kata Kepsek

Dibandingkan harga penutupan, posisi rupiah hari ini paling lemah sejak tahun 1998.

Tapi, dari perdagangan intraday, rupiah pernah sempat mencapai Rp 14.828 per dollar AS pada 29 September 2015 lalu. 

Selain rupiah dollar Hongkong juga melemah atas nilai tukar rupiah disusul dengan mata uang Asia lainnya namun tidaklah sedalam pelemahan rupiah yakni won Korea, yuan China, baht Thailand.

Sementara itu Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Hari Widodo, mengatakan kalau kita lihat tentunya kondisi kita berbeda dengan Argentina.

Baca: Begini Cara Hamish Daud dan Raisa Rayakan Hari Jadi 1 Tahun Pernikahan Mereka,So Sweet

Fundamental ekonomi Indonesia kuat, inflasi terjaga dalam kisaran target inflasi dan ekonomi masih tumbuh di atas 5%, stabilitas sistem keuangan yang masih terjaga.

Tentunya krisis di Argentina dapat berdampak ke negara berkembang lainnya.

Namun untuk Indonesia dengan kebijakan yang prudent dan upaya pemerintah menekan current account defisit, diharapkan dapat mengurangi tekanan nilai tukar.

Baca: Puluhan UKM Jadi Peserta Seminar Kurasi Tribun Sumsel-Sripo Bertema Menembus Pasar Global

Ditambahkan Hari penyebab utama dollar melambung karena hukum pasar permintaan dan penawaran. 

Saat ini supply dollar lebih sedikit dibanding permintaanya yang banyak membuat dollar semakin melambung.

"Kalau supply sedikit dan permintaan banyak otomatis langkah dan pasti mahal, itulah yang terjadi saat ini," kata Hari, Senin (3/9/2018).

Baca: Pertama Kali di Asia, Jr NBA Beri Alex Noerdin Penghargaan Pelatih Kepala Kehormatan

Penulis: Hartati
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help