Gempa Lombok

Sedih, Anak Pengungsi Lombok Menangis Karena Pedagang Es Krim, Ini Pesannya

Bencana alam gempa bumi yang memporak-porandakan bumi Lombok berkali-kali menyisakan banyak cerita pilu

Sedih, Anak Pengungsi Lombok Menangis Karena Pedagang Es Krim, Ini Pesannya
Instagram @actforhumanity

TRIBUNSUMSEL.COM - Bencana alam gempa bumi yang memporak-porandakan bumi Lombok berkali-kali menyisakan banyak cerita pilu.

Baca: Heboh Video Angel Karamoy Gandeng dan Cium Pria di Mall,Tak Diduga Inikah Sosok Pria Tersebut?

Dikabarkan, gempa menguncang Lombok terakhir dengan magnitudo sebesar 5,3 pada Minggu, 2 September 2018 pukul 08.15 WITA seperti yang dilansir dari Kompas.com.

Kerusakan yang diakibatkan gempa sejak beberapa waktu lalu telah membuat setidaknya 83.392 unit dan 32.129 rumah rusak seperti yang terdata oleh BNPB.

Potret haru tidak hanya terekam dari puing-puing bangunan yang kini rata dengan tanah.

Baca: Bripda Fathurrahman Diduga Tewas Dianiaya Senior

Tetapi juga kondisi ekonomi masyarakat korban gempa di Lombok yang tak bergerak.

Melansir dari Instagram @actforhumanity, sebuah papan pengumuman menuliskan peringatan yang begitu menyayat hati.

"'Maaf, dagang eskrim dilarang masuk. Kami tidak punya uang. Jangan bikin anak kami menangis lagi..'

Gambar ini bukan rekayasa. Gambar ini tepat diambil di Dusun Trengan Lauq, Desa pemenang timur - Lombok Utara..

Hampir satu bulan pasca gempa bumi yang meruntuhkan tempat tinggal mereka, kini mereka masih berjuang dengan himpitan ekonomi yang menyergap di balik tenda pengungsian beralas terpal

Pasca bencana, duka Lombok dan sekitarnya masih bersisa, akankah kita diam dan biarkan mereka terlupa ?," tulis akun @actforhumanity pada 2 September 2018.

Baca: Aktivis #2019 Ganti Presiden Selalu Ditolak, Andi Arief Usulkan Deklarasi Lebih Besar di Jakarta

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help