Berita Pagaralam

Pemkot Pagaralam Lanjutkan Pemberian Vaksin MR

Meskipun baru akan di lounching pada hari Kamis mendatang, namun pemberian vaksin MR di Pagaralam sudah dijalankan

Pemkot Pagaralam Lanjutkan Pemberian Vaksin MR
Tribun Sumsel/ Edison
Ilustrasi : Kegiatan imunisasi pemberian vaksin MR di halaman SD 54 Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM-Pemberian Vaksin Measles Rubella (MR) di Kota Pagaralam sempat dihentikan karena belum adanya fatwa halal Vaksin itu.

Serta adanya surat edaran dari Kementerian Kesehatan untuk menunda pemberian Vaksin tersebut sampai adanya petunjuk selanjutnya.

Sekarang pemberian Vaksin MR bisa kembali dilanjutkan diberikan kepada anak-anak di Pagaralam.

Ini berdasarkan fatwa dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang telah menetapkan vaksin Measles Rubella (MR) yang mengandung babi dalam proses produksinya, namun tetap memperbolehkan penggunaan karena alasan darurat.

Baca: Erick Tohir Ucapkan Terima Kasih Mendalam ke Kelompok Ini, Berjasa Besar Tapi Jarang Terpublikasi

Keputusan tersebut tertuang dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR (Measles Rubella) Produk dari SII (Serum Institute of India) untuk Imunisasi.

Fatwa MUI tersebut dijadikan dasar oleh Dinas Kesehatan Kota Pagaralam melanjutkan Vaksinasi MR untuk dongkrak target pencapaian cakupan imunisasi Measles Rubella (MR) di wilayah Kota Pagaralam sesuai target Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kota Pagaralam, Subur Wicaksono mengatakan, merujuk pada fatwa MUI pusat tersebut, pihkanya langsung melakukan rapat kordinasi dengan MUI Kota Pagaralam, Kemenag dan Pemkot Pagaralam terkait kelanjutan vaksinasi MR tersebut.

"Kita sempat menunda pemberian vaksin ini karena masih ada polemik. Namun setelah MUI mengeluarkan Fatwa baru dan memperbolehkan karena hukumnya dinilai Mubah. Jadi saat ini pemberian vaksin ini kembali kita lanjutkan," katanya.

Dijelaskanya, Mubah yang dimaksudkan dalam hal ini karena tidak ada vaksin pengganti lainya dan secara kedudukanya memang vaksin tersebut haram. Namun secara kemaslahatan dan dampak positifnya dapat melindungi dari penyakit campak dan rubella.

"Meskipun sudah ada fatwanya namun kita tetap berkoordinasi dengan pihak MUI Pagaralam. Agar kegiatan vaksinasi ini bisa dilanjutkan tanpa ada polemik lagi," jelasnya.

Dikatakan Subur, meskipun baru akan di lounching pada hari Kamis mendatang, namun pemberian vaksin sudah kita jalankan karena khawatir tidak tercapai target yakni selesai pada bulan September ini. (SP/Wawan Septiawan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help