Berita Muratara

Bupati Muratara Marah Petugas Damkar Kurang Cegatan dan Mobil Damkar Sering Rusak

Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat tinjau empat rumah warga yang hangus terbakar di Kelurahan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo

Bupati Muratara Marah Petugas Damkar Kurang Cegatan dan Mobil Damkar Sering Rusak
Tribunsumsel.com/ Farlin Addian
Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat bersama istrinya Lia Mustika Syarif, Sekda Muratara, H Abdullah Makcik dan kepala OPD saat meninjau bekas rumah kebakaran. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM MURATARA -- Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat tinjau empat rumah warga yang hangus terbakar di Kelurahan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo dan dan satu rumah warga di Kelurahan Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu.

Dalam kunjungannya, Senin (03/09/2018) sekitar pukul 15.00 wib hadir pula Sekda Muratara, H Abdullah Makcik dan sejumlah kepala OPD, pada kesempatan ini bupati juga memberikan bantuan berupa sembako dan peralatan tempat tidur.

Dari kejadian ini, Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat menegaskan bahwa pemkab sudah memikirkan untuk menyediakan satu mobil pamadam kebakaran (Damkar) untuk satu kecamatan.

"Kami sudah memikirkan untuk setiap kecamatan harus ada Damkar dan itu melalui dana CSR yang kita bahas sewaktu di Jakarta, karena saya berpikir setiap kejadian selalu menunggu mobil Damkar dari kabupaten untuk memadamkan api," katanya.

Menurut bupati, kalau menunggu mobil Damkar dari kabupaten untuk memadamkan api, sebelum mobil sampai rumah sudah habis, sementara warga yang memadamkan secara manual pasti tidak maksimal.

"Wilayah kita ini berbeda dengan wilayah perkotaan bahkan setiap desa di kecamatan jaraknya jauh jauh," ungkapnya.

Disampaikannya juga, mobil Damkar kita yang ada sering rusak, macet dan macam macam karena petugasnya kurang cegatan dan lalai.

"Waktu apel pagi saya marah kepada petugas Damkar, karena harusnya mereka setiap bulan selalu ganti air dan berkeliling," ujarnya.

Padahal, lanjut Syarif sumber daya manusianya (SDM) sendiri sudah dilatih oleh Satpol PP, tapi tapi tampaknya kurang cegatan sehingga rusak dan ke depan diusahakan harus terampil.

Selain itu, warga juga jangan menggunakan kabel listrik yang tidak standar karena selama ini di desa kadang kabel sudah tidak standar bahkan colokanmya bercabang banyak sampai 10.

"Mestinya gunakan kabel yang berstandar walaupun mahal tapi kegunaannya penting," ungkapnya.

Penulis: Farlin Addian
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved