Berita PALI

Petani di PALI Semringah Rasakan Harga Karet Capai Rp 7.500/kg, Berharap Naik Lagi Rp 10.000/kg

Harga ini lebih bagus dibanding harga minggu sebelumnya yang hanya Rp 7.200/kg, sebelumnya harga karet basah berkisaran Rp 6000/Kg

Petani di PALI Semringah Rasakan Harga Karet Capai Rp 7.500/kg, Berharap Naik Lagi Rp 10.000/kg
Tribun Sumsel/ Ari Wibowo
?Pasar getah Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ariwibowo

TRIBUNSUMSEL.COM,PALI-Sejak dua pekan ini, harga getah karet di wilayah Bumi Serepat Serasan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai merangkak naik.

Meskipun kenaikan belum signifikan, tetapi wajah semringah terlihat dari para petani karet karena secercah harapan sudah datang memecah keterpurukan harga getah yang hampir lima tahun mengalami penurunan.

Pantauan Tribun, Minggu (2/9/2018) di pasar getah Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), harga getah mingguan mencapai Rp 7.500/kg.

Harga ini lebih bagus dibanding harga minggu sebelumnya yang hanya Rp 7.200/kg, sebelumnya harga karet basah berkisaran Rp 6000/Kg.

Baca: Konsul Amerika Serikat Juha P Salin Menyebut Ini Dampak Dirasakan Palembang Setelah Asian Games

Baca: Anggota DPRD Muratara Ini Reses ke Desa Harus Lintasi Jembatan Gantung dengan Pegangan Kawat

"Kami berharap kondisi ini bertahan bahkan kembali meningkat. Sebab, apabila harga bertahan Rp 7.500/kg, sudah bisa mengimbangi harga kebutuhan pokok saat ini," kata Sumarta, satu diantara petani karet asal Desa Babat Kecamatan Penukal.

Meningkatnya harga getah karet diakui Sumarta menambah gairah petani, bahkan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Terlihat di pasar-pasar kalangan yang dipenuhi pembeli, apalagi harga getah bisa mencapai Rp 10.000/kg atau diatas itu, pasti ekonomi akan meningkat drastis di Kabupaten PALI," katanya.

Baca: Mengapa Via Vallen Tidak Tampil pada Penutupan Asian Games 2018? Ternyata Ini Jawabannya

Baca: Tak Boleh Masuk, Padahal Remaja Ini Ngebet Mau Nonton JKT48 di Closing Ceremony Asian Games

Kenaikan harga getah karet diakui Kamseno, satu diantara pembeli karet. Menurutnya pembelian getah karet ditentukan harga pasaran.

"Kami beli getah di tingkat petani sesuai harga di pabriknya, apabila naik maka otomatis kami naikan juga, begitu pun sebaliknya, kalau menurun kami juga akan menurunkan harganya," ujar Kamseno.

Penulis: Ari Wibowo
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help