Berita Kriminal Palembang

Mengaku Dianiaya Pemilik Panti Asuhan, Dua Bocah Perempuan Kabur, Ditemukan dalam Kondisi Lemas

Dua anak panti asuhan F nekat kabur karena sering mengaku menerima penganiayaan dari pemilik panti.

Mengaku Dianiaya Pemilik Panti Asuhan, Dua Bocah Perempuan Kabur, Ditemukan dalam Kondisi Lemas
Tribunsumsel.com/ Tiara Anggraini
Dua anak panti asuhan Fitra nekat kabur karena sering menerima penganiayaan dari pemilik panti. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-- Dua anak panti asuhan F nekat kabur karena sering mengaku menerima penganiayaan dari pemilik panti.

Panti asuhan Fitra yang terletak di kawasan Pakjo Palembang membuat M dan S (13), nekat kabur dengan jalan kaki dari panti asuhan tersebut dengan tujuan hendak pulang ke kota asalnya yakni " Lampung", kamis (30/8), sekitar pukul 18.30.

Baca: Bantah Putus, Foto Wajah Galau Billy Syahputra di Pesawat Jadi Sorotan,Nikita :Kasihan Ade Gue

Ketika sudah berhasil kabur, keduanya pun tak tahu arah jalan menuju pulang kampung halamanya dan tersesat di kawasan Jakabaring.

Akhirnya M dan S pun ditemukan seorang warga Tegal Binangun, di kawasan jalan KH Bastari, tepatnya didepan pembangunan RS Bunda, Jakabaring.

Melihat kondisi keduanya tampak lemas karena kelelahan, membuat Muhamad Hendra (38), sebagai ketua RT, langsung menolong keduanya.

Baca: Indonesia Sukses Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018, Namun Tiket dan Kemacetan Jadi Keluhan

Warga Perumahan Permata Indah Resindence Kelurahan Plaju, Palembang, ini langsung memberikan makanan dan minum kepada M dan S

"Benar keduanya saya temukan dikawasan tersebut, karena kasihan, seperti anak sendiri makanya saya langsung membantu keduanya," ungkap Hendra ketika ditemui ketika melapor ke Polresta Palembang, Sabtu (1/9).

Hendra mengatakan saya menemukan mereka ia langsung memberinya makan namun keduanya menolak.

"Ketika kami ditemukan, mereka langsung saya beri makan dan minum, awalnya mereka tidak mau . Tetapi setelah saya bujuk kalau tidak mau makan saya kembalikan ke pantinya lagi, akhirnya keduanya pun mau makan dan minum," jelasnya.

Baca: Panitia di Lubuklinggau Tegaskan Jadwal Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung Tidak Berubah

Hendra juga menambahkan berdasarkan dari pengakuan keduanya, M dan S nekat kabur dari pantian asuhan, karena mereka kerap dianiaya oleh pemilik panti

"Pengakuan keduanya kalau mereka ini kerap dianiaya dengan mengunakan sikat kawat dan mistar panjang, jika tidak menuruti perintah terlapor, lalu saya lihat memang masih ada pak bekas lukanya," tambahnya.

Setelah mendengar cerita M dan S yang tragis, membuat jiwa Hendra terpanggil, untuk membawa keduanya ke Polresta Palembang, untuk diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Polresta Palembang, serta berkoordinasi.

" Saya terpaksa melaporkan hal ini ke Polresta Palembang, saya merasa keduanya harus mendapakan keadilan," ungkapnya.

Baca: Nagita Slavina Punya Tas Seharga Rp 296 Juta, Tak Diduga Bentuknya Seperti Ini, Unik

Iptu Henny Kanit PPA Polresta Palembang membenarkan adanya serahan dua orang anak bernama M dan S, yang ditemukan Hendra.

"Benar keduanya ada di Unit PPA, sedang kita minta keterangan menhenai mengapa keduanya nekat kabur dari Panti asuhan," tutupnya.

Penulis: Tiara Anggraini
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help