Berita PALI

Dinas Kesehatan PALI Ajak Pengurus MUI Sumsel Jelaskan ke Masyarakat Dibolehkannya Vaksin MR

Jangan sampai Rubella ini menjadi wabah yang mematikan, maka MUI membolehkan pemberian vaksinasi memakai vaksin MR

Dinas Kesehatan PALI Ajak Pengurus MUI Sumsel Jelaskan ke Masyarakat Dibolehkannya Vaksin MR
Tribun Sumsel/ Ari Wibowo
Sharing Session Bersama Dalam Rangka Pelaksanaan Kampanye Imunisasi Campak Rubella Kabupaten PALI, yang diadakan Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI di aula kantor Bupati PALI, Jumat(31/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ariwibowo

TRIBUNSUMSEL.COM,PALI-Sekretaris umum Majelis Umum Indonesia (MUI) provinsi Sumatera Selatan KH Ayi Faridz mengakui pernah mengeluarkan fatwa menunda pemberian vaksin Campak/ MR.

Namun, jumlah campak menyerang 57.056 orang dan ada 1.200 orang lebih terkena Rubella.

Jangan sampai Rubella ini menjadi wabah yang mematikan, maka MUI membolehkan pemberian vaksinasi memakai vaksin MR.

"Mengeluarkan fatwa bahwa vaksin yang haram dan najis hukumnya haram kecuali afdoruroh atau digunakan dalam keadaan terdesak, karena Belum ditemukan vaksin yang halal dan suci," kata Sekretaris MUI Sumsel, KH Ayik, Faridz, dalam Sharing Session Bersama Dalam Rangka Pelaksanaan Kampanye Imunisasi Campak Rubella Kabupaten PALI, yang diadakan Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI di aula kantor Bupati PALI, Jumat(31/8/2018).

Dia mengatakan, adanya keterangan tenaga medis yang berkompeten bahwa tidak adanya vaksin yang halal. Apabila tidak di vaksin bisa mengakibatkan bahaya.

"Apabila tidak di vaksinasi atau cacat maupun menimbulkan kematian maka pemberian vaksin hukumnya wajib. Memang saat penyemaian vaksin dari pankreas babi, tetapi setelah jadi vaksin unsur babinya sudah tidak ada," katanya, didampingi plt Sekda PALI Syahron Nazil, kepala Dinkes Provinsi Sumsel, Lesti Nuraini, Kadinkes PALI, dr Muzakir sejumlah OPD terkait.

Ditambahkan Plt Sekda PALI Syahron Nazil, bahwa pemberian vaksin MR di PALI sempat terhenti karena adanya informasi bahwa vaksin ini haram.

"Sesuai program nasional, kami sudah laksanakan dan launching, tetapi karena ada polemik maka terhenti sementara sampai ada keputusan dari pihak berkompeten. Dan saat ini keputusan membolehkan pemberian vaksin sudah ada, maka PALI menargetkan 95 persen dalam pemberian vaksin MR," ujar Syahron.

Ditempat sama, Kadinkes Provinsi Sumsel Lesti Nuraini menjelaskan bahwa pemberian vaksin MR ini adalah program nasional.

Halaman
12
Penulis: Ari Wibowo
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved