Haji 2018

Waspada Sebaran Virus MERS-CoV, Dinkes Lahat Pantau Kedatangan Jemaah Haji Selama 2 Minggu

Jemaah haji akan dipantau setidaknya selama dua minggu sepulang dari tanah suci untuk memastikan tidak terserang virus mers-cov.

Waspada Sebaran Virus MERS-CoV, Dinkes Lahat Pantau Kedatangan Jemaah Haji Selama 2 Minggu
Sripo/ Ehdi Amin
dr H Rasyidi Amri MT MKM 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lahat akan memantau para jamaah haji, kendati para jamaah sendiri sudah dilakukan pengecekan kesehatan di bandara.

Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) yang mungkin terbawa 121 jamaah haji asal Lahat sepulang dari tanah suci yang direncanakan 1 September 2018,

Kadinkes Lahat, dr H Rasyidi Amri MT MKM melalui Kasi Rujukan dan Penjamin Kesehatan, Panhar mengatakan, para jamaah akan dipantau setidaknya selama dua minggu sepulang dari tanah suci untuk memastikan tidak terserang virus mers-cov.

Baca: Baru Pulang Haji, Kontraktor Jalan Bandara Atung Bungsu Pagaralam Ditangkap KPK

Baca: Hujan dan Angin Kencang di OKU, 5 Pohon Tumbang Tutupi Jalan dan 4 Tiang Listrik Roboh.

“Walaupun di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin ll, mereka sudah diperiksa kesehatannya, ketika tiba dan pulang ke rumah masing-masing, pemantauan tetap dilaksanakan,” ujarnya, Kamis (30/8).

Ia menambahkan, pihak Dinkes Lahat akan berkoordinasi dengan puskesmas tempat tinggal jemaah haji bersangkutan.

“Apabila, hasil pantauan nantinya ada yang mencurigakan, maka, kita langsung bertindak mengantisipasinya,” ungkap Panhar.

Baca: Akan Meriahkan Closing Ceremony Asian Games, Personil Super Junior ini Sudah Unggah Foto ini

Baca: Duta Sheila On 7 Unggah Foto Aisha Pakai Full Make Up, Begini Penampilannya

Panhar menyebutkan, agar kiranya kepada keluarga jemaah haji, ketika jemaah tiba untuk sementara waktu jangan kontak fisik, tukar wadah makanan serta pakaian.

“Virus ini sangat menular. Jadi kami sarankan jangan kontak fisik terlebih dahulu sebelum dua minggu berlalu,” jelasnya.

Dikutip dari doktersehat.com, virus Corona Middle East Respiratory Syndrome (MERS) merupakan salah satu jenis virus yang menyerang organ pernafasan orang yang mengidapnya.

Baca: Mesat Jaya dan Mesat Seni Lubuklinggau Daerah Paling Banyak Terjangkit DBD, Ini Penyebabnya

Baca: Karena Guns NRoses, Timnas Indonesia Terancam Tak Bisa Gunakan GBK saat Piala Asia U-19

Merupakan jenis penyakit saluran pernafasan yang bisa mengakibatkan kematian.

MERS – Cov adalah merupakan singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus. Virus ini merupakan jenis baru dari kelompok Corona virus (Novel Corona Virus).

Virus ini pertama kali dilaporkan pada bulan September 2012 di Arab Saudi.

virus SARS tahun 2003 juga merupakan kelompok virus Corona dan dapat menimbulkan pneumonia berat akan tetapi berbeda dari virus MERS Cov.

Baca: Pulang Umroh, Penampilan Nia Ramadhani Kembali Modis, Lihat Fotonya Bareng Jessica Iskandar

Baca: Petani Singkong Racun Bergembira dan Bergairah Harga Terus Naik Capai Rp 1.650 per Kg

Informasi yang diperoleh dari website Kementrian Kesehatan RI www.depkes.go.id memberitakan bahwasannya virus ini berbeda dengan coronavirus lain yang telah ditemukan sebelumnya. (SP/ Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help