Mengenal Kurator, Bukan Sekedar Profesi Pengurus Perusahaan Pailit

seorang kurator diperbolehkan menangani suatu kasus ketika seseorang maupun perusahaan dinyatakan pailit, kemudian kurator menjadi penengah

Mengenal Kurator, Bukan Sekedar Profesi Pengurus Perusahaan Pailit
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Ngobrol pinter dan inspiratif bareng Fakturrahman (FK) dengan tema "kurator" di Kedai 3 Nyonya, Kamis (30/8/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Profesi kurator, selama ini dianggap belum begitu banyak diminati kaum muda. Padahal profesi ini sangat potensial untuk meraih kesuksesan.

Untuk menjadi seorang kurator fungsinya sangat penting untuk menyelesaikan perselisihan antara perusahaan dengan konsumennya.

Maka dari itu, para pemula harus memahami aturan yang ada, bisa menjelaskan peran dan fungsinya sebagai kurator ke masyarakat luas.

“Kurator harus menguasai aturan tentang finansial atau tabungan, kemudian UUD ketenagakerjaan, dan lainnya. Intinya kurator menguasai UUD yang berkaitan dengan dunia kuratorterkait,” kata Kurator Heri Susanto dalam ngobrol pinter dan inspiratif bareng Fakturrahman (FK)di Kedai 3 Nyonya, Kamis (30/8/2018).

Dijelaskan Alumni Unsri ini, bukan hanya itu saja, setiap kurator harus jeli dalam melihat suatu kasus.

Kurator harus mengetahui besaran tagihan dari perorangan maupun perusahaan yang pailit. Sebab yang dikenakan pailit baik perusahan maupun perorangan karena ada persoalan keuangan.

"Seseorang ataupun perusahan yang dikenakan pailit dikeluarkan oleh Pengadilan, dan kurator nanti ditunjuk pihak pengadilan,” ujarnya.

Sementara itu, M Arifudin Founder and managing partner ASP law firm mengungkapkan, mahasiswa sudah sangat mengetahui duni kurator. Artinya dunia kuarator mulai diminati oleh anak muda.

"Kurator sama dengan lawyer, seorang kuartor harus terdaftar di Kemenkumham,” jelas Arifudin.

Ditambahkannya, seorang kurator diperbolehkan menangani suatu kasus ketika seseorang maupun perusahaan dinyatakan pailit, kemudian kurator dapat menjadi penengah.

Sehingga harta yang dipersoalkan dapat dituntaskan secara baik, sesuai dengan aturan yang ada.

Kurotor secara profesional dapat memiliki kewenangan penuh untuk
menangani harta yang dinyatakan pailit baik perorangan maupun
perusahaan, oleh karena itu harta diekluarkan harus ada persetujuan dari seorang kurator.

"Saya lihat memang belum populernya masalah kepailitan, sehingga para kurator itu sendiri bisa digugat, didemo atau di polisikan. Padahal kurator menyelesaikan perusahaan yang pailit," tandasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved