Berita Palembang

Polda Sumsel Tangkap Buronan Pembunuh Penyiram Air Keras di Tempat Persembunyian Talang Betutu

Tersangka Hajri merupakan pelaku pembunuhan terhadap korban Andre alias Unyil (35), di kawasan Jalan Gub H Bastari Jakabaring Palembang

Polda Sumsel Tangkap Buronan Pembunuh Penyiram Air Keras di Tempat Persembunyian Talang Betutu
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara menunjukan tersangka dan barang bukti, Selasa (28/8/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Berusaha kabur dari kepungan polisi, Hajri alias Ayik (32) tersangka kasus pembunuhan, keok ditembak petugas Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel.

Tersangka ditangkap petugas pimpinan Kanit 4 Kompol Zainuri.

Tindakan tegas dan terukur diberikan ke tersangka. Betis kanannya ditembak polisi.

Tersangka yang merupakan residivis kasus curas dan pembunuhan ini dibekuk petugas di kawasan Talang Betutu Palembang.

Baca: Muhammad Utih Pahlawan Perang 5 Hari 5 Malam Melawan Belanda di Palembang Telah Meninggal Dunia

"Sebenarnya saya ini mau menyerahkan diri, tapi saya belum siap. Jadi selama dua hari ini saya kabur ke rumah keluarga di Talang Betutu dan akhirnya ditangkap," ujar tersangka Hajri, ketika rilis perkara di Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Selasa (28/8/2018).

Tersangka Hajri merupakan pelaku pembunuhan terhadap korban Andre alias Unyil (35), di kawasan Jalan Gub H Bastari Jakabaring Palembang, Jumat (24/8).

Baca: Detik-detik Histerisnya Penonton, Bukan Karna Jonatan Christie Juara, Tapi Karna Buka Baju

Korban Andre alias Unyil, tewas dengan kondisi tubuh disiram cukapara dan luka tusuk senjata tajam (sajam) pada bagian perut kanan.

Meskipun korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawa korban tak tertolong lagi.

Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara mengatakan, tersangka Hajri terpaksa ditembak pada kaki kanannya lantaran berusaha melawan petugas pada saat penangkapan.

Baca: Atlet Voli Pantai Gilang/ Danangsyah Puji Punya Ritual Unik Jelang Pertandingan Asian Games

Tersangka kini masih menjalani pemeriksaan petugas penyidik untuk pengembangan lebih lanjut.

"Berdasarkan pemeriksaan petugas, perbuatan tersangka ini direncanakan. Namun saat ini masih dilakukan pemeriksaan, karena ada satu tersangka lagi yang masih buron. Tersangka dijerat dengan pasal 170 ayat 3 KUHP yang ancamannya hukuman kurungan 15 tahun penjara," ujar Yoga.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help