Muhammad Utih Pahlawan Perang 5 Hari 5 Malam Melawan Belanda di Palembang Telah Meninggal Dunia

Setelah perang kemerdekaan, Mat Utih kembali ke kampung halamannya di desa Kisau Kecamatan Muaradua. Ia diberi pangkat kopral.

Muhammad Utih Pahlawan Perang 5 Hari 5 Malam Melawan Belanda di Palembang Telah Meninggal Dunia
Sripo/ Alan
Pejuang perang Haji Muhammad Utih, foto semasa hidup, Selasa (28/8/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA-Seorang pejuang bangsa asal OKU Selatan, Muhammad Utih wafat pada (28/8/2018) sekitar pukul 08.00 WIB menyisahkan duka tersendiri bagi warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Kini akas (kakek) Utih telah menghadap sang Maha Pencipta. Jasanya selalu dikenang oleh bangsa dan negara ini. Berdasarkan permintaan Muhammad Utih semasa hidup dan keluarga Muhammad Utih dimakamkan di Kelurahan Kisau.

Baca: Detik-detik Histerisnya Penonton, Bukan Karna Jonatan Christie Juara, Tapi Karna Buka Baju

Baca: Atlet Voli Pantai Gilang/ Danangsyah Puji Punya Ritual Unik Jelang Pertandingan Asian Games

Pejuang Haji Muhammad Utih atau biasa kenal masyarakat sekitar Mat Utih adalah satu dari sekian banyak pejuang perang 5 hari 5 malam di Palembang.

Beliau juga turut serta dalam penyerangan tangsi Belanda di Martapura pada tahun 1947.

Setelah perang kemerdekaan, Mat Utih kembali ke kampung halamannya di desa Kisau Kecamatan Muaradua.

Oleh pimpinannya kolonel Bambang Utoyo, Mat Utih diberi pangkat kopral.

Baca: Bus Sriwijaya Jurusan Palembang-Bengkulu Isi 9 Penumpang Terguling di Jalan Lintas Lahat-Pagaralam

Baca: Bakal Segera Berakhir, Wishnutama Bocorkan Tema Pada Penutupan Asian Games 2018

Tetapi, beliau tidak mau aktif sebagai tentara. Karena Mat Utih, perjuangannya dengan senjata telah usai. Beliau akhirnya menekuni profesi sebagai petani di kampung halamannya.

Puluhan tahun, beliau tidak menerima gaji atau santunan sebagai veteran.

Karena beliau memang tidak pernah mengharapkannya. Mat Utih ikhlas dan rela berjuang untuk membela negaranya.

Baca: Fakta Atlet Voli Putri Indonesia Aprilia Manganang, Keramatkan Benda Ini Hingga Tak Suka Berdandan

Baca: PDAM Tirta Lematang Lahat Tetap Prima saat Kemarau, Bahkan Mampu Layani Tambahan 9 Ribu Pelanggan

Penetapannnya sebagai veteran pejuang kemerdekaan baru diperolehnya beberapa tahun yang lalu. Itupun orang lain yang mengurusnya.

Ketua Legiun Veteran RI OKU Selatan, Djauhari Barun, mengatakan, Anggota Veteran sangat kehilangan, dengan wafatnya sosok pejuang yang rendah hati ini.

Baca: Spesialis Pencurian Mobil dan Pembobol ATM di Palembang dan Lahat Ditembak Jatanras Polda Sumsel

Baca: Sejumlah Insiden Warnai Final Indonesia vs Malaysia, Protes Pemain Sampai Ngototnya Pelatih Malaysia

Menurut Djauhari, di OKU Selatan, saat ini tinggal 32 veteran lagi yang terdaftar dan masih hidup.

Pada saat diundang untuk diwawancarai, sebagai syarat pemberkasan veteran pejuang kemerdekaan di Kodam II Sriwijaya, kawan kawan Mat Utih terkejut, saat dipertemukan dengan mantan lasykar Masyumi ini.

Rekan rekan Mat Utih, mengira bahwa beliau sudah meninggal. Karena itu, nama beliau sebenarnya sudah diabadikan sebagai salah satu nama jalan di Palembang. Tepatnya di kawasan jalan Demang Lebar Daun, yaitu jalan Kancil Putih.

Baca: Isak Tangis Kepulangan Jamaah Haji, Diterpa Badai saat di Mekkah, Bersyukur Pulang Selamat

Baca: Pagaralam Bangga, Zanati Tahta Umahati Pembawa Baki Penurunan Bendera HUT RI Diberi Hadiah

Sebutan ini, merujuk pada Kancil Utih, tetapi seiring berjalan waktu, penyebutannya berubah menjadi Kancil Putih. (SP/Alan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved