Asian Games 2018

Pengurus Tradisional Boat Race Sebut Perubahan Regulasi dari 20 Pedayung Jadi 12 Rugikan Indonesia

China berhasil menjadi juara umum di nomor TBR setelah mengumpulkan 2 medali emas dan 2 perak dari 5 nomor yang dipertandingkan

Pengurus Tradisional Boat Race Sebut Perubahan Regulasi dari 20 Pedayung Jadi 12 Rugikan Indonesia
Tribun Sumsel/ Haryanto
Indonesia gagal meraih medali emas di nomor tradisional boat race (TBR) Asian Games 2018 setelah di hari terakhir hanya mampu finish di urutan kedua nomor 1000M putra, Senin (27/8) siang di danau Jakabaring Sport City 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Indonesia gagal meraih medali emas di nomor tradisional boat race (TBR) Asian Games 2018 setelah di hari terakhir hanya mampu finish di urutan kedua nomor 1000M putra, Senin (27/8) siang di danau Jakabaring Sport City.

Nomor 1000M putra sendiri menjadi pertandingan terakhir yang digelar untuk kategori tradisional boat race (TBR).

Baca: Jurnalis Vietnam Peliput Asian Games 2018 Senang dan Kagum Lihat Keindahan Palembang

China berhasil menjadi juara umum di nomor TBR setelah mengumpulkan 2 medali emas dan 2 perak dari 5 nomor yang dipertandingkan.

Diikuti Chinese Taipe yang diluar dugaan melejit dengan 2 emas dan 1 perak, sedangkan 1 emas lainnya berhasil menjadi milik Korea Bersatu.

Baca: Olahraga Kano Polo Mulai Diperkenalkan di Asian Games 2018, Ini Cara Main dan Perkembangannya

Sementara Indonesia harus puas dengan torehan 2 perak dan 1 perunggu. Hasil ini turun drastis bila dibandingkan saat Asian Games 2010 Incheon dimana saat itu tim TBR Indonesia berhasil mengumpulkan 3 medali emas.

Tim Indonesia sendiri di nomor 1000M putra sebenarnya tampil stabil dan terus menunjukkan grafik meningkat sepanjang perlombaan.

Di babak penyisihan tim TBR Indonesia sendiri mencatatkan waktu 4,39,604 dan kemudian berhasil diperbaiki saat masuk ke semifinal menjadi 4,37,891.

Baca: 8 Meme Kocak Aksi Ngepel Jonatan Christie Usai Berhasil Maju ke Final Bulutangkis Asian Games

Sedangkan di babak final, tim TBR Indonesia berhasil mempertajam catatan waktu menjadi 4,34,947.

Namun catatan ini masih dibawah Chinese Taipei yang membukukan waktu 4,31,185.

Pelatih TBR Indonesia Suryadi meminta maaf atas kegagalan anak asuhnya secara keseluruhan meraih medali emas di kategori ini.

Baca: Asian Games 2018 : Indonesia Dipastikan Mendapat Tambahan Medali Emas Dari Cabor Bulutangkis

"Ini hasil terbaik, tidak ada yang perlu disalahkan karena semua sudah berusaha maksimal. Chinese Taipei sendiri diluar dugaan memang tampil luar biasa,"

"Saat uji coba sebelum Asian Games ini sebenarnya kami beberapa kali bertemu dan hasilnya kami selalu leading, namun mereka menunjukkan peningkatan yang signifikan, meski bisa menang atas China namun tetap tidak bisa mengamankan medali emas di nomor 1000M ini," bebernya.

Baca: Indonesia Peringkat 4 Perolehan Medali Asian Games, 3 Cabor Ini Sumbang Medali Paling Banyak

Sementara itu, pengurus TBR Indonesia Young Mardinal menyayangkan adanya perubahan regulasi untuk nomor TBR di Asian Games kali ini.

"Di Guangzhou 2010 saat kita berhasil meraih 3 medali emas, jumlah pendayung mencapai 20 orang, namun kali ini hanya 12 orang. Secara strategi itu sangat merugikan kita, regulasi yang ada sekarang justru menguntungkan negara lawan," keluhnya.

Penulis: Haryanto
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help