Berita Palembang

Ini Penjelasan Pihak PLN, Terkait Padamnya Listrik Di Berberapa Titik di Palembang

Hujan deras di Kota Palembang beberapa hari terakhir ini ternyata menimbulkan dampak yang selama ini jarang

Ini Penjelasan Pihak PLN, Terkait Padamnya Listrik Di Berberapa Titik di Palembang
AFP
Ilustrasi mati lampu. 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG-  Hujan deras di Kota Palembang beberapa hari terakhir ini ternyata menimbulkan dampak yang selama ini jarang terpikirkan oleh kebanyakan orang. Jika selama ini stigma bahwa hujan menimbulkan banjir dan kemacetan dimana-mana, ternyata juga dapat menimbulkan terjadinya gangguan listrik yang menyebabkan padamnya listrik.

Seperti diketahui bahwa pada hari Sabtu (25/8/18) disaat masyarakat masih diharubirukan dengan euforia perebutan medali pada perhelatan Asian Games 2018, ternyata beberapa titik di Kota Palembang harus mengalami padamnya aliran listrik yang terjadi sejak Sabtu tengah malam. Beberapa daerah yang mengalami padam listrik antara lain: seputaran Plaju, Daerah Kertapati, Sebagian daerah Ilir Timur dan Boom baru. 

Manajer PLN Area Palembang, Joni dalam pernyataannya kepada pihak media, bahwa gangguan yang terjadi tidak bersifat sistemik, pada beberapa daerah tertentu dan diakibatkan karena gangguan isolasi pada peralatan yang terpasang.

"Gangguan yang terjadi karena berkurangnya kemampuan isolasi dari peralatan yang terpasang, hal ini bisa diakibatkan setelah kemarau yang terjadi, pada peralatan kita mengalami keretakan pada permukaan, kemudian disaat turun hujan, retak-retak tersebut terisi air sehingga menimbulkan flashover", jelasnya, Minggu (26/8).

Joni juga menambahkan bahwa untuk gangguan yang terjadi di seputaran Kertapati diakibatkan oleh terbakarnya terminasi kabel Tegangan Menengah 20kV pada kubikel PT Remco, dimana gangguan tersebut diketahui pukul 01.50, sedangkan untuk daerah Plaju terdapat tiga titik gangguan, yaitu:
1. Terbakarnya terminasi kabel tanah di gardu distribusi. Gangguan diketemukan pada pukul 04.15 WIB.
2. Flashover pada isolator di gardu distribusi depan Lorong Assegaf, yang diketemukan pada pukul 08.30 WIB.
3. Isolator gardu di belakang Universitas Muhammadiyah terbakar yang baru ditemukan pada siang ini pukul 12.45 WIB.

Sedangkan untuk sebagian daerah Ilir Timur terjadi Gangguan listrik yang diakibatkan karena gangguan peralatan penangkal petir (Arrester) yang ada di gardu distribusi depan Hotel Classie. Gangguan tersebut selesai diperbaiki pada pukul 00.35 WIB.

Akibat gangguan yang terjadi malam tadi, kurang lebih sebanyak 25.000 pelanggan merasakan dampak padam. Namun pihak PLN Area Palembang telah melakukan upaya penanganan awal yaitu dengan mengalihkan suplai penyulang yang padam dengan jalur yang lain, serta melakukan lokalisir daerah padam per section atau per gardu, sehingga daerah yang mengalami padam dapat segera dipulihkan. Sedangkan untuk daerah yang merupakan titik gangguan tersebut, harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu, sehingga mengalami padam yang lebih lama.

Secara terpisah, Manajer Bidang SDM dan Umum PLN Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu, Lala Arief Fadila  menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Palembang atas ketidaknyamanan yang terjadi. Namun beliau menegaskan bahwa padamnya listrik semalam bukan karena kurangnya pasokan daya.

"Secara umum pasokan daya kita sangat cukup. Kita mampu memasok seluruh kegiatan Asian Games di Jakabaring dan aktivitas masyarakat Kota Palembang secara bersamaan dikarenakan reserve margin kita diatas 40 persen jadi tolong masyarakat jangan resah. Apabila ada pernyataan bahwa listrik masyarakat dikorbankan untuk Asian Games itu tidak benar", tegasnya. 

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved