Berita Lubuklinggau

Pintu Air Kasie 1 Lubuklinggau Jebol, Petani Ganti Padi dengan Tanam Jagung, Sayur dan Kedelai

Pintu air Kasie 1 yang jebol dua bulan lalu belum selesai diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (PUBM) Kota Lubuklinggau

Pintu Air Kasie 1 Lubuklinggau Jebol, Petani Ganti Padi dengan Tanam Jagung, Sayur dan Kedelai
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau ketika memeriksa pengerjaan irigasi kasie. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL COM, LUBUKLINGGAU-Sawah seluas 150 Hektare (Ha) milik warga di Kelurahan Kayu Ara dan Pelita Jaya, Lubuklinggau terpaksa harus mundur tanam.

Penyebabnya pintu air Kasie 1 yang jebol dua bulan lalu belum selesai diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (PUBM) Kota Lubuklinggau.

Lambannya perbaikan itu membuat 375 ton gabah kering giling dari kedua kelurahan tersebut gagal diproduksi. Warga terpaksa beralih menanam komoditas lain.

Baca: UPDATE Indonesia Koleksi 6 Emas, Cabor Debutan Paralayang di Asian Games 2018 Tambah 1 Emas

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau, Muhamad Arifin mengatakan, penutupan irigasi itu sudah dilakukan oleh PUBM sejak dua bulan terakhir pasca mengalami kerusakan.

"Supaya warga tetap ada penghasilan kita arahkan sebagian dari mereka menanam jagung dan sayur-sayuran. Di Kayuara diarahkan menanam kedelai," ujarnya, Rabu (22/08).

Baca: Becak Gratis ke Palembang Icon dan PS Mal Bagi Pemilik Aplikasi Grab

Rencananya, supaya sawah tidak mengalami kerusakan karena terlalu lama tidak digarap. Kelompok tani di Kelurahan Pelita Jaya akan mulai diarahkan untuk membuka sedikit demi sedikit saluran irigasi.

"Supaya sawah-sawah yang kering selama dua bulan terakhir mulai berisi air dan pada saatnya nanti bisa langsung digarap," ungkapnya.

Muhamad Arifin pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas PUBM yang membidangi masalah irigasi. Ia menuturkan jika saat ini pengerjaannya memang belum selesai.

Baca: Open House di Rumah Herman Deru, Nikmati Menu Makan Martabak Telur, Sate,atau Pempek di Tepi Kolam

"Mereka menargetkan dalam dua pekan ke depan irigasi itu akan selesai pengerjaannya. Awal-awal September Insya Allah sudah mulai mengolah tanah," katanya.

Ia juga menuturkan produksi dari sawah irigasi beberapa tahun terakhir mengalami penurunan dan tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Baca: Bupati OKU Kuryana Aziz Sampaikan Kabar 338 Jemaah Haji OKU Dalam Keadaan Sehat

"Hasil gabah kering Lubuklinggau 2017 secara keseluharan sekitar 4,7 Ton per hektare dari target kita sebesar 4,9 ton per hektar gabah kering," paparnya.

Ia menambahkan luas sawah irigasi di Kota Lubuklinggau 1.945 Ha yang terletak di Kecamatan Lubuklinggau Barat 1 dan Barat 2, Lubuklinggau Selatan 2, serta Lubuklinggau Utara 1.

Baca: Didoakan Netizen Jan Ethas Berjodoh dengan Anak Raisa, Ini Jawaban Gibran

"Sedangkan sawah tadah hujan luasnya 300 Ha terletak di Lubuklinggau Selatan 1,Lubuklinggau Utara 1, Utara 2 dan sebagian Lubuklinggau Timur 1," ujarnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved