Gempa Lombok

Presiden Jokowi Ikuti Setiap Menit Perkembangan Gempa, Juga Siapkan Inpres

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, dirinya terus mengikuti setiap menit perkembangan gempa yang masih mengguncang Pulau Lombok

Presiden Jokowi Ikuti Setiap Menit Perkembangan Gempa, Juga Siapkan Inpres
Twitter
Presiden Joko Widodo 

TRIBUNSUMSEL.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, dirinya terus mengikuti setiap menit perkembangan gempa yang masih mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Termasuk gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter (SR) yang terjadi pada Minggu (19/8) malam.

Baca: Menteri Jadi Timses Jokowi, Politisi PKS : Rakyat yang Nilai, Mana yang Gunakan Fasilitas Negara

Baca: Lihat Aksi Warga Jepang di Hari Pertama Asian Games, Buat Elus Dada

“Tadi malam saya juga mendapatkan informasi dari sana. Saya mau mengatur waktu lagi untuk pergi ke Lombok dalam waktu yang dekat ini,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai menerima Perdana Menteri (PM) Korea Lee Nak-Yon, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/8) siang, dilansir dari laman setkab.go.id.

Sebagaimana diketahui, gempa bumi masih terus mengguncang Lombok. Yang paling besar terakhir terjadi pada Minggu (19/8) pukul 11.06 WIB berkekuatan 6,5 SR, dan kembali terjadi pada Minggu (19/8) pukul 21.56 WIB berkekuatan 6,9 SR.

Baca: Mantan Pendiri Alumni 212 Singgung Mahar, Mending Sumbang 500 M Buat Korban Gempa Lombok

Baca: Beredar Surat Mendagri Minta Bantuan Gempa Lombok ke Kepala Daerah, Ini Kata Tjahjo Kumolo

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dampak gempa 6,9 SR yang mengguncang Lombok itu, hingga Senin (20/8) pukul 10.45 WIB, jumlah korban meninggal sebanyak 10 orang, 24 orang luka-luka, 151 unit rumah rusak, dan 6 unit fasilitas ibadah rusak.

Siapkan Inpres

Mengenai desakan sejumlah kalangan agar pemerintah menetapkan gempa Lombok sebagai bencana nasional, Presiden Jokowi mengemukakan, pihaknya sedang menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres). Namun ia mengingatkan, yang paling penting itu bukan ditetapkan atau tidak ditetapkan.

“Yang paling penting adalah penanganan langsung di lapangan, bahwa Pemerintah Pusat total memberikan dukungan penuh, bantuan penuh, baik kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan tentu saja yang paling penting adalah kepada masyarakat,” tutur Presiden Jokowi

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help