Gempa Lombok

Faizal Assegaf : Daripada Hamburin Duit Untuk PKS dan PAN, Mending 500 M Buat . .

Faizal Assegaf, yang terkenal kritis ini ikut mengomentari masalah isu mahar kepada dua partai

TRIBUNSUMSEL.COM - Faizal Assegaf, yang terkenal kritis ini ikut mengomentari masalah isu mahar kepada dua partai, meskipun sudah dibantah oleh masing-masing partai.

Masalah mahar kembali mencuat, kali ini datang dari mantan pendiri alumni 212.

Baca: Ketua DPP PKS Mardani Sindir Kubu Jokowi-KH Maruf Amin, Ini Pernyataannya

Baca: Kisah Pencopotan Prabowo Subianto Sebagai Panglima Kostrad, Disebut Kudeta Hingga Ketakutan Habibi

Baca: Tak Perlu Tafsir Liar, Pemimpin Harus Ada,Jangan Golput Ajak Mahfud MD

Kali ini ia menyinggung calon wakil presiden, Sandiaga Uno. Kali ini sindirian terkait masalah gempa lombok.

Dari pd hamburin duit utk PKS & PAN, mending @sandiuno sumbang 500 M buat korban gempa Lombok.

Jgn cuma jago kritik pak @jokowi & pemerintah tapi faktanya demi berburu jabatan tega bagi2 mahar politik di tengah derita hidup rakyat yg mengalami bencana alam.

*FA*

Dilansir dari Kompas.com, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief mengaku siap memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan mahar politik yang melibatkan bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno.

"Siap (menjadi saksi) dong," kata Andi saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/8/2018).

Namun, Andi belum dapat memastikan apakah dirinya dapat memenuhi panggilan Bawaslu pada hari ini. Andi mengaku masih berada di Bali untuk menghadiri acara pernikahan salah seorang kader Partai Demokrat. Surat panggilan dari Bawaslu pun belum ia baca lantaran baru diterima DPP Partai Demokrat pada Sabtu (18/8/2018).

"Saya belum baca surat panggilannya, baru tahu siang ini ada panggilan Bawaslu. Suratnya ada di DPP (Partai Demokrat) katanya dikirim Sabtu lalu," kata Andi.

Halaman
123
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help