Gempa Lombok

4 Kabar Hoax yang Dibeberkan Kepala Data BNPB Pasca Gempa Lombok, Sangat Miris

Bencana gempa lombok ternyata banyak dipolitisasir oleh oknum tak bertanggung jawab

4 Kabar Hoax yang Dibeberkan Kepala Data BNPB Pasca Gempa Lombok, Sangat Miris
(AFP PHOTO/RITA SISWATI)
Petugas membawa pasien keluar dari rumah sakit saat terjadi gempa bermagnitudo 7 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Bencana gempa lombok ternyata banyak dipolitisasir oleh oknum tak bertanggung jawab.

Kabar hoax tersebut bertebaran di media sosial, baik twitter, Facebook maupun medsos lainnya.

Baca: Ridwan Kamil Bangsa Kita Punya Adab, Hentikan Makian Kampret dan Kecebong

Menyikap tersebut, Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia, Sutopo Purwo Nugroho menyebarkan informasi tentang adanya postingan hoax terkait dengan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melalui akun Twitternya, ia memposting informasi hoax yang menuding BNPB menahan bantuan masyarakat untuk korban gempa Lombok yang didistribusikan melalui PT Pos Indonesia.

Baca: Mereka yang Dulu Kalah Dukung Prabowo Kini Berbalik Dukung Jokowi, No 4 Banyak Disukai Orang

Harusnya saat ada bencana, semua bersatu. Singkirkan perbedaan ideologi, politik, agama, dan lainnya untuk membantu korban bencana. Bencana itu urusan kemanusiaan. Masyarakat Lombok memerlukan bantuan kita semua. Jangan menyebarkan hoax. Jangan ada perpecahan diantara kita.

Kemudian adanya kabar masyarakat atau pengungsi memakan pakan ternak, namun semua itu sudah diklarifikasi kebenarannya.

Selain itu, ada dapat kabar bahwa bantuan ditahan, dan dalam informasi meminta memviralkan.

Terakhir, seolah-olah bantuan ada sarat kepentingan politik dengan memasang spanduk pencitraan.

Dilansir dari Tribunbali.com, Bencana gempa dengan kekuatan 7 Skala Ritcher menerjang Lombok Utara, Minggu (5/8/2018) malam.

Dampaknya dirasakan hingga ke Denpasar, dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan korban luka-luka.

Halaman
12
Penulis: Siemen Martin
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved