Peringkat Unsri Merosot Urutan 32, ini Komentar Ketum IKA Unsri

Sebelumnya Unsri masuk dalam posisi 30 besar yaitu urutan ke 23 di tahun 2017. Saat ini Unsri menempati posisi ke 32

Peringkat Unsri Merosot Urutan 32, ini Komentar Ketum IKA Unsri
TRIBUNSUMSEL.COM
Ketum IKA Unsri Dr Agung Firman Sampurna 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Kabar mengejutkan datang dari Universitas Negeri Sriwijaya (UNSRI). Pasalnya salah satu univeritas kebanggaan Sumsel tersebut mengalami penurunan dalam daftar peringkat 100 besar Perguruan Tinggi Indonesia Non-Vokasi Tahun 2018.

Data tersebut dikeluarkan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) dan dirilis tepat pada 17 Agustus 2018, diterima redaksi Tribun di hari yang sama.

Sebelumnya Unsri masuk dalam posisi 30 besar yaitu urutan ke 23 di tahun 2017. Di tahun 2018 posisi tersebut diisi oleh Universitas Jendral Soedirman. Saat ini Unsri menempati posisi ke 32 di bawah lima Universitas di Sumatera, seperti Universitas Riau, Universitas Sumatera Utara, Universitas Lampung dan Universitas Andalas, Universitas Negeri Medan dan Universitas Islam Indonesia.

Sementara peringkat satu hingga lima masih ditempati Instititut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia dan Universitas Diponegoro.

Data klasterisasi Perguruan Tinggi (PT) mengalami perubahan data di tahun 2018, yang mencakup data kerja sama Perguruan Tinggi sebagai variabel baru dalam indikator kelembagaan, serta kerjasama inovasi perguruan tinggi sebagai indikator baru.

Selain itu adanya perubahan bobot dalam beberapa komponen utama, seperti sumber daya manusia, kemahasiswaan dll. Sejumlah mahasiswa mengaku cukup kecewa dengan penurunan peringkat ini. "Kita prihatin ya. Termasuk ketika kegiatan mahasiswa tidak diberi ruang, akhirnya tidak kreatif," kata Bagas, mahasiswa fakultas ekonomi Unsri.

Tribun berusaha mengkonfirmasi rilis dari kemenristekdikti, dengan menghubungi Rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Annis Saggaf, baik dengan cara menelpon dan whatsapp dan berusaha menemui Rektor di momen peringatan upacara 17 Agustus, tapi tidak ada tanggapan.

Untuk Apa Cepat-cepat Lulus
Terpisah, Ketua Umum Ikatan Keluarga (IKA) Unsri Dr Agung Firman Sampurna, mengaku prihatin atas merosotnya peringkat Unsri dari 23 di tahun 2017 menjadi peringkat 32 di tahun ini.

"Peringkat perguruan tinggi kalau bagi saya segalanya. Inilah yang menjadi acuan bagi orang untuk mau atau tidak masuk Unsri atau memanfaatkan alumninya untuk bekerja. Merosot sampai 32 ini, ada apa," kata Agung, ditemui di Sekretariat IKA Unsri, Jumat (17/8/2018).

Agung mengatakan Unsri sempat menempati peringkat 9 di zaman Rektor Prof Dr Badia Perizade, namun setelah itu peringkat Unsri terus menurut. "Ini harus benar-benar menjadi perhatian manajemen Unsri. Harus dilakukan evaluasi," ujar Agung lagi.

Beberapa kebijakan seharusnya dibenahi, salah satunya kebijakan agar mahasiswa cepat-cepat lulus. "Untuk apa cepat lulus tapi jadi pengangguran. Sepertinya ini ada masalah yang tidak pas meletakkan nilai-nilai cepat-cepat selesai kuliah. Kami ini (alumni yang sekarang sukses, Red), lebih banyak bisa berhasil karena ekskulnya, keaktifannya. tidak melulu kuliah saja, " tegas alumnus Unsri angkatan 90 ini.

Sebagai alumni Unsri, Agung mengatakan siap mensupport Unsri untuk melakukan perbaikan Unsri ke depan. "Memang mungkin tidak bisa terlibat langsung dalam pembenahan, tapi setidaknya mendorong manajemen dan rektorat memperbaiki kualitas dan memberi bekal lebih kepada mahasiswa seperti peningkatan skill, peluang kerja dan menciptakan dunia usaha," katanya.(cr8/lis)

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Lisma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved