HUT ke 73 RI

Intan Novia Si Cantik Pembawa Baki Upacara HUT RI di Baturaja Bersyukur Pernah Jadi Polisi Cilik

Gadis kelahiran Baturaja, 30 November 2010 ini mengaku sempat timbul perasaan gugup dan tegang

Intan Novia Si Cantik Pembawa Baki Upacara HUT RI di Baturaja Bersyukur Pernah Jadi Polisi Cilik
Tribun Sumsel/ Retno Wirawijaya
Intan Novia Ramadhona paskibraka putri, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang bertugas membawa baki saat upacara pengibaran benderah merah putih di Taman Kota Baturaja, Jumat (17/8/2018) pagi tadi. 

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA – Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas membawa baki bendera merah putih selalu menjadi perhatian masyarakat.

Banyak yang menganggap ini menjadi salah satu tugas penting bagi paskibraka putri yang terpilih.

Tidak heran jika perasaan gugup kerap mengiringi langkah petugas pembawa baki.

Baca: Pemkot Pagaralam Gelar Upacara HUT RI Sekaligus Kumpulkan Sumbangan Korban Gempa Lombok

Itu diakui oleh Intan Novia Ramadhona paskibraka putri, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang bertugas membawa baki saat upacara pengibaran bendera merah putih di Taman Kota Baturaja, Jumat (17/8/2018) pagi tadi.

Saat dibincangi Tribun Sumsel usal melaksanakan tugasnya, gadis kelahiran Baturaja, 30 November 2010 ini mengaku sempat timbul perasaan gugup dan tegang.

Baca: Lagi Laris, Bule Cantik Nikah dengan Petani Indonesia, Inilah Deretan Pria Beruntung yang Bikin Iri

Ia mengaku takut salah langkah, terlebih harus meniti maju dan mundur satu persatu anak tangga. Termasuk saat berhadapan dengan Bupati OKU Drs H Kuryana Azis yang bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan HUT ke 73 RI.

“Sempat gugup tadi. Saya takut salah langkah. Setelah melaksanakan tugas tidak ada halangan saya merasa bangga,” kata putri ke tiga dari pasangan Lutfi Muchtar dan Sarmawati ini.

Untuk mengatasi ketakutan dan rasa gugup itu, Intan terus berdoa dan mengontrol emosional dan pernapasan.

Baca: Deretan Pemain Sepakbola Dunia yang Lahir Pada Tanggal 17 Agustus, ada Thierry Henry

Hasilnya memuaskan ia dapat melaksanakan tugas dengan baik tanpa kendala.

Gadis yang memiliki cita-cita sebagai seorang Polisi Wanita (Polwan) ini mengaku, sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak pernah mengikuti kegiatan Paskibra.

Berkat modal pernah menjadi Polisi Cilik (Pocil) saat masih duduk di bangku SMP, ia berhasil terpilih menjadi anggota Paskibraka Kab OKU dan dipercaya menjadi pembawa baki.

“Saya tidak menyangka. Pengalaman saya tidak ada. Modal saya hanya menjadi Pocil saat masih duduk di bangku SMP. Saat sangat merasa bangga,” jelasnya.

Disamping itu Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), OKU, Iwan Setiyawan mengucapkan syukur Alhamdulillah dengan suksesnya paskibraka OKU melaksanakan tugas dengan baik.

Terus terang katanya, meski ini setiap tahun dilaksanakan dan sudah ia bidangi bertahun-tahun namun perasaan gugup tetap ada seakan tak hilang. Perasaan ini hadir di detik-detik anggota Paskibraka OKU saat melaksanakan tugasnya.

“Sebenarnya mereka ini memang sudah siap dan dilatih berbulan-bulan. Namun perasaan khawatir itu merupakan hal wajar,” ujarnya.

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved