Berita Palembang

Pegawai Kemenkumham Sumsel Mendadak Tes Urine Narkoba

300 pegawai Kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan, melakukan tes urine di Lapas Anak Pakjo Palembang

Pegawai Kemenkumham Sumsel Mendadak Tes Urine Narkoba
300 pegawai Kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan, melakukan tes urine di Lapas Anak Pakjo Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - 300 pegawai Kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan, mendadak panik usai melakukan apel upacara di Lapas Anak Pakjo Palembang, Senin (13/8/2018).

Hal itu setelah mengetahui pengumuman akan dilakukan tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel.

Baca: Fadli Zon Punya Musuh, Farhat Abbas : Saya Dipersiapkan Melawan Fadli dan Lainnya

Baca: LRT Palembang Sempat Tiga Kali Mogok, Kemenhub Minta Maaf Janji Tidak Akan Terulang Lagi

"Jangan ada yang meninggalkan tempat, karena ada tes urine," tegas protokol upacara mengumumkan adanya tes urine yang dilakukan BNN.

Sontak, mendengar pengumuman tersebut, baik pegawai pria maupun wanita banyak yang terkejut. Mereka sama sekali tak mengetahui akan dilakukan tes urine terutama dalam mengetahui apakah positif menggunakan narkotika.

Satu persatu, pegawai Kemenkumham baik dari Lembaga Pemasyarakatan, Imigrasi dan bidang lainnya, menjalani tes urine. Tampak juga, beberapa pegawai banyak ingin keluar dari LPKA dengan alasan beragam.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel, Sudirman menjelaskan, tes urine ini dilakukan atas instruksi dirinya. Hal itu untuk menangkal penggunaan narkotika dikalangan pegawai Kemenkumham.

Baca: Direktur Pencapresan PKS : Aher dan Mardani Disiapkan Sebagai Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga

"Hari ini dilakukan per rayon, nanti seluruh Sumsel akan dites semua," katanya.

Menurutnya, akhir-akhir ini marak permasalahan narkoba terutama di dalam Lapas, sehingga harus segera ditangani agar tidak merambah di dalam lingkungan.

"Kemarin pegawai Lapas teribat peredaran narkoba, saya tegaskan perang terhadap narkoba, bukan itu saja kita juga melakukan komitmen agar di dalam Lapas tidak ada HP, pungli baik di rutan maupun LP," ujarnya.

Bila terbukti positif maka sanksi tegas akan menanti. "Nanti akan dianalisis BNN lagi apak indikasi minum obat atau indikasi narkoba," pungkasnya.

Editor: Siemen Martin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved