Asian Games 2018

Sumsel Dapat Tiket Gratis Khusus Pelajar, Jumlahnya 220 Ribu

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Widodo memastikan saat Asian Games pelajar diajak nonton bersama secara bergantian

Sumsel Dapat Tiket Gratis Khusus Pelajar, Jumlahnya 220 Ribu
Tribun Sumsel/ Ari Wibowo
Pelajar di PALI antusias menyambut kehadiran torch relay Asian Games, Senin (6/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Widodo memastikan saat Asian Games pelajar diajak nonton bersama secara bergantian.

Hal tersebut mengingat telah keluarnya kesepakatan antara Kadisdik Sumsel dengan Director Ticketing Inasgoc.

Baca: Pilkada Selesai, Alex Janjikan Jokowi Menang Besar di Sumsel

Baca: Gegara Partai Emak-emak, Istri Sandiaga Titip Pesan Agar Suaminya Dikawal

Baca: Presiden PKS ke-3, Tifatul Buka Polling Untuk Pemilih Jokowi, Hasilnya Banyak Pilih Prabowo-Sandiaga

"Sumsel mendapatkan tiket gratis dengan total 220 ribu tiket," ujar Widodo saat dikonfirmasi sebelum berangkat naik haji, Minggu (12/8/2018).

Ia menjelaskan rincianya yaitu 200 ribu tiket untuk pelajar, khususnya SMA dan SMK.

Lalu untuk pembukaan (pertandingan perdana) akan dialokasikan khusus sebanyak 20 ribu tiket, ini diluar 200 ribu tiket sebelum nya. Jadi kalau ditotalkan dapat 220 ribu tiket gratis.

"Tiket akan diberikan dalam bentuk voucher sehari sebelumnya. Hal ini untuk menghindari pemalsuan. Lalu voucher tersebut dapat ditukar sesaat sebelum masuk ke venue atau lokasi tanding," jelasnya.

Pemberian tiketnya yang berupa voucher terlebih dahulu ini akan dibuat jadwal untuk sekolahnya. Hal tersebut agar dapat terdistribusi secara merata ke seluruh wilayah Sumsel.

"Untuk itu sekolah tidak ada libur. Makanya saya minta sekolah untuk secara kreatif melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menugaskan anak-anak untuk mata pelajaran yang hari itu harus ditempuh dengan mengaitkan Asian Games," katanya.

Diakhir pelaksanaan Asian Games nanti laporan tugas-tugas itu dijilid menjadi dokumen dan forto folio karya anak-anak. Itu yang sangat mungkin akan menjadi sumber informasi penting pada tahun 2068 atau 50 tahun nanti.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help