Berita Lubuklinggau
Krisis Air Bersih Sejak Dua Bulan, Warga di Lubuklinggau Mandi Pakai Air Galon
Warga Kelurahan Cereme Taba mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap tak kunjung mengalir dua bulan
Penulis: Eko Hepronis |
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Warga Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, kembali mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap yang tak kunjung mengalir dua bulan terakhir.
Tak mengalirnya air PDAM berdampak terhadap semua aktivitas warga.
Baca: Tak Tayang di TV: Live Streaming Barito Putera Vs Persebaya, Minggu Jam 15.30 WIB
Baca: Presiden PKS ke-3, Tifatul Buka Polling Untuk Pemilih Jokowi, Hasilnya Banyak Pilih Prabowo-Sandiaga
Sebelumnya warga masih bisa bergantung pada air hujan untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.
Mirisnya sudah sejak sepekan terakhir, Kota Lubuklinggau tak diguyur hujan, sehingga stok air hujan di drum dan bak penampungan warga pun mulai menipis.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, masak, dan mencuci, warga setempat terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk membeli galon.
Warsono (50), warga Jalan Karya II mengaku sudah satu bulan terakhir terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air galon. Dalam sehari ia terpaksa harus membeli lima galon.
"Satu galon harganya Rp 4.000, kalau lima galon setiap hari sudah Rp 20 ribu, belum untuk kebutuhan lainnya pak," kata dia pada Tribunsumsel.com, Minggu (12/8/2018).
Warga juga sudah berulang kali menanyakan perihal ini ke manajemen PDAM Tirta Bukit Sulap, tetapi pihak PDAM selalu menghindar dengan berbagai alasan.
Baca: Irfan Sbaztian Ketahuan Jalan Bareng Cewek Lain, Ely Sugigi : Cuma Bisa Senyum Aje
Baca: Basah-basahan Pantai, Nagita Slavina Pakai Anting Berlapis Emas Harga Selangit
"Setiap dikonfirmasi, selalu alasannya mesin pompa rusak, nanti malam kami salurkan tunggu saja di rumah, itu terus jawaban dari pihak PDAM," tuturnya.
Yang membuat warga kesal, pelanggan masih tetap dikenakan biaya beban yang besarnya bervariasi mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu setiap bulan.
"Air tidak mengalir, tetapi kami tetap bayar beban, jika tidak meteran kami akan diputus," ujarnya.
Rifat (60) Ketua RT 09, mengaku sudah bosan menyampaikan keluhan warga kepada pihak PDAM Tirta Bukit Sulap. Namun sampai sejauh ini tidak ada respon.
"Sudah tidak terhitung saya menyampaikan masalah ini kepada pihak PDAM terutama kepada kabag teknik, namun belum ada respon juga," ujarnya.
Baca: 10 Foto Transformasi Rio Haryanto yang Disebut Pacar Baru Yuki Kato, Masa Kecilnya Bikin Gemas
Baca: KPU Tetapkan Herman Deru - Mawardi Yahya Sebagai Gubernur dan Wagub Sumsel Periode 2018-2023
Di tempat terpisah lebih kurang sudah satu minggu warga RT 10 dan RT 11, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I menderita sulit mendapatkan air bersih karena air PDAM Tirta Bukit Sulap tidak mengalir.