Berita Palembang

Cerita Korban Kebakaran di 9 Ilir Palembang, Uang di Bawah Kasur Terbakar Hasil dari Jualan Es Batu

Dengan mata yang berkaca-kaca Mang Ali, begitu ia kerap disapa menceritakan kesedihan yang menimpa dirinya

Cerita Korban Kebakaran di 9 Ilir Palembang, Uang di Bawah Kasur Terbakar Hasil dari Jualan Es Batu
Tribunsumsel.com/Defri Irawan
ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itu lah yang dirasakan oleh M Azhari Ali, salah satu korban kebakaran di RT 15, Kelurahan 9 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Palembang.

Baca: Polisi Tidak Pandang Bulu, Pembakaran Lahan di Area Kecil Tetap Dituntut ke Ranah Hukum

Baca: Oktaviana Siswi SMKN 1 Indralaya, Ikuti Paskibra Persiapan Menadi Polwan

Baca: Kendaraan Boleh Lewat Ampera Selama Asian Games, yang tak Boleh Kendaraan Panitia tanpa Stiker

Baca: Baju yang Dipakai Jokowi Saat Daftar ke KPU, Ternyata Keinginan Pria Solo Itu, apa Maknanya ?

Dengan mata yang berkaca-kaca Mang Ali, begitu ia kerap disapa menceritakan kesedihan yang menimpa dirinya kepada wartawan Tribunsumsel.com, Jumat (10/8/2018).

"Saya ada uang simpanan di bawah kasur, itu uang dari hasil jualan es batu yang sudah lama dikumpulkan, rencananya mau dipakai untuk renovasi rumah, karena memang rumah saya sudah rapuh, tapi karena kebakaran ini uangnya terbakar, rumah pun hancur," terang Azhari sesekali menghapus air matanya.

Suara gemetar Mang Ali terdengar jelas, saat ia menceritakan kronologi kebakaran yang telah menghanguskan rumahnya.

mang ali
mang ali ()

" Waktu itu baru selesai shalat, terus dengar ada suara orang ramai, kirain ada yang bertengkar, tapi pas lihat keluar rumah, tiba-tiba ada api besar, saya kaget, namanya sudah tua, bingung mau apa, pas keluar rumah pun digendong sama anak," ujarnya.

Ketua RT, Jamnuri menjelaskan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 dan padam sekitar pukul 21.45.

Ia menambahkan penyebab kebakaran diduga karena arus pendek listrik yang berada di atap rumah salah satu korban yang kemudian menyebar ke rumah lainnya.

"Rumah yang terbakar 1 bangunan, tapi disekat jadi 2 pintu dengan 4 kartu keluarga, terus ada 1 rumah yang kita hancurkan, tujuannya agar api tidak menyebar, jadi total ada 2 rumah dengan 5 kartu keluarga,"pungkasnya.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved