Gempa Lombok

Gempa Susulan Lombok, BNPB : Warga Semakin Trauma, Bangunan Semakin Rusak

Dilansir dari situs BMKG, pusat gempa terjadi di barat laut Lombok utara, NTB dengan kekuatan 6.2 SR pada pukul 12.25 WIB.

Gempa Susulan Lombok, BNPB : Warga Semakin Trauma, Bangunan Semakin Rusak
TRIBUNSUMSEL.COM
Gempa Susulan Lombok 

TRIBUNSUMSEL.COM, LOMBOK- Gemba bumi kembali menguncang Lombok, Kamis (8/9/2018).

Dilansir dari situs BMKG, pusat gempa terjadi di barat laut Lombok utara, NTB dengan kekuatan 6.2 SR pada pukul 12.25 WIB.

Gempa bumi ini tidak berpotensi Tsunami.

Baca: Kembali Bertemu SBY, Prabowo Bahas 3 Hal ini dengan Ketua Umum Demokrat Power Sharing

Gempa Bumi
Gempa Bumi ()

Baca: Resmi, Li-Ning Rilis Jersey Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018, Begini Komentar Nike

 

Warga Panik

Gempabumi susulan 6,2 SR baru saja terjadi di Lombok pada 9/8/2018 pukul 12.25 WIB.

Pusat gempa 6 km barat laut Lombok Utara kedalaman 12 km.

Tidak berpotensi tsunami.

Guncangan dirasakan sedang hingga keras.

BMKG mencatat gempa susulan hingga pagi tadi 355 kali gempa.

Baca: MK Tolak Gugatan Sarimuda-Rozak, Minggu Ini KPU Palembang Tetapkan Harnojoyo Walikota Terpilih

Info ini disampaikan langsung Humas BNPP, Sutopo Purwo Nugroho melalui akun twitternya.

Dalam akunnya Sutopo juga menyampaikan keadaan di Lombok saat ini

Pengungsi dan masyarakat berhamburan keluar rumah merasakan guncangan keras dari gempa 6,2 SR pada 9/8/2018 pukul 12.25 WIB.

Masyarakat masih trauma dengan gempa sebelumnya. Beberapa bangunan tambah rusak akibat gempa ini.

Baca: Ayu Ting Ting Jadi Juri KDI 2018 Bareng Raffi Ahmad, Nagita Slavina: Udah Ada Berdua, Cukuplah!

Tak hanya itu, Sutopo juga menyebutkan Gempa susulan dengan kekuatan 6,2 SR mengguncang Lombok dengan intensitas gempa dirasakan V-VI MMI (sedang-kuat) pada 9/8/2018 pukul 12.25 WIB.

Masyarakat panik berhamburan keluar rumah.

Beberapa bangunan tambah rusak.

Masyarakat tambah trauma dengan gempa.

Baca: Pengamat Menilai Jenderal Gatot Kandidat Capres dari Poros Ketiga, Ini Alasannya

Penulis: M. Syah Beni
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help