Vaksin MR

Prabumulih Canangkan Imunisasi Measles Rubella,  Kadinkes : Prabumulih Belum Ada Penolakan

Kita tidak memaksa dan kita akan terus sosialisasikan manfaatnya dan efek memakai vaksin rubella itu sehingga masyarakat mau

Prabumulih Canangkan Imunisasi Measles Rubella,  Kadinkes : Prabumulih Belum Ada Penolakan
Tribun Sumsel/ Edison
Kegiatan imunisasi pemberian vaksin MR di halaman SD 54 Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, Rabu (8/8/2018). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH -Pemerintah kota Prabumulih melalui Dinas Kesehatan mencanangkan imunisasi measles rubella.

Pencanangan imunisasi Measles Rubella dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Prabumulih, M Kowi SSos dan Kadin Kesehatan, dr Rusmini di halaman SD 54 Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur, Rabu (8/8/2018).

"Memang imunisasi Measles Rubella ini belum mendapat label halal, oleh karena itu bagi bapak ibu yang masih berkeberatan atau belum mau dengan imunisasi ini silahkan (tak masalah-red) tapi saya yakin dalam waktu singkat ini akan ada fatwa dari MUI (majelis ulama indoensia) vaksin halal," ungkap Kowi.

Baca: 3 Gerai Brownies Amanda di Palembang Berikan Diskon Spesial Selama Asian Games 2018

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Prabumulih, dr Hj Rusmini ketika diwawancarai mengaku dengan dukungan Pemkot Prabumulih dan dengan dasar surat edaran menteri kesehatan membuat pihaknya tetap mencanangkan imunisasi Measles Rubella meski sedang gejolak.

"Sesuai surat edaran menteri jika ada yang menolak maka tunda dulu namun untuk kota Prabumulih belum ada penolakan untuk itu tetap dilaksanakan," ujarnya.

Baca: Pembagian Pempek di BKB Ricuh, Panitia Sampai Lempar Pempek, Banyak yang Terbuang Sia-sia

Rusmini mengakui jika vaksin imunisasi belum mendapat label halal karena masih dalam proses pengajuan kementerian kesehatan, untuk itu dalam pemberian vaksin pihaknya tidak memaksa namun hanya kepada orang tua dan anak yang mau saja.

"Kita tidak memaksa dan kita akan terus sosialisasikan manfaatnya dan efek memakai vaksin rubella itu sehingga masyarakat mau dan tau kenapa harus dilakukan pemberian vaksin," katanya seraya pihaknya optimis target 75 persen warga divaksin akan tercapai.

Lebih lanjut Rusmini mengatakan, berdasarkan data WHO jika Indonesia merupakan urutan ke 10 penderita Campak dan Rubella sehingga perlu dilakukan imunisasi terhadap anak khususnya usia 9 bulan sampai 15 tahun.

Baca: Besok Putusan Sengketa Pilkada Palembang, Berikut Gugatan Sarimuda dan Sanggahan Harnojoyo

"Kalau campak mungkin sudah sering terdengar, untuk rubella ini mendadak-mendadak sakit dan banyak efek lainnya. Untuk Prabumulih sendiri sebanyak 61.331 orang anak yang perlu divakain dan harus 95 persen diimunisasi karena bila tidak tercapai maka infeksi ini akan terjadi atau mewabah," katanya.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved