Berita Muratara

Peringatan Hari Anak, Siswa PAUD Minta Bupati Ganti Mainan di Sekolahnya Sudah Jelek dan Rusak

Berbagai pertanyaan disampaikan oleh anak tersebut dalam kegiatan talkshow pada peringatan Hari Anak Nasional

Peringatan Hari Anak, Siswa PAUD Minta Bupati Ganti Mainan di Sekolahnya Sudah Jelek dan Rusak
Tribun Sumsel/ Farlin Addian
Kedua anak sedang bertanya kepada Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat dan istrinya Lia Mustika Syarif dalam acara talkswoh peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Muratara, Rabu (8/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM MURATARA-Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat bersama istrinya Lia Mustika Syarif dicecar berbagai pertanyaan dari anak TK dan PAUD di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (8/8/2018).

Berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh anak tersebut dalam kegiatan talkshow pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Muratara.

Rayan seorang anak PAUD asal Karang Dapo meminta mainan kepada Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat untuk disekolahannya karena permainan yang ada sudah jelek dan rusak.

Baca: Uji Coba Hari Pertama Parkir 1 Pintu di BKB Lebih Tertib, Begini Cara Perhitungan Tarif Progresifnya

"Pak bolehkah kami minta mainan, karena mainan kami jelek, perosotannya terbuat dari kayu dan papan," kata Raya dalam acara talkswoh peringatan hari anak, Rabu (08/08/2018).

Sedangkan, Uswatun Hasana murid yang sama juga mengatakan dirinya ingin belajar mengaji tapi guru ngajinya tidak dibayar.

"Pak kami ingin belajar mengaji, tolong dibayar guru ngajinya supaya kami bisa belajar pak," katanya dengan lantang.

Baca: Tidak Terima Gaji 13, Puluhan Pekerja Lepas PDAM Tirta Prabujaya Prabumulih Ancam Mogok Kerja

Sementara, Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat mengatakan untuk peralatan permainan anak anak TK dan PAUD silahkan gurunya usulkan kepada pemerintah supaya direalisasikan.

"Nanti kami akan bantu permintaan anak anak tersebut, melalui dinas terkait, supaya mereka bisa bermain dan belajar disekolahnya," kata Syarif.

Syarif juga menyampaikan, dirinya dulu sekolah langsung SD dan tidak pernah masuk TK atau PAUD karena belum ada waktu itu.

"Kini saya bersyukur di Muratara ini sudah ada TK dan PAUD setiap desa, sehingga anak anak bisa belajar sejak usia dini," ujarnya.

Penulis: Farlin Addian
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved