Berita Banyuasin

Ratusan Siswa MAN Banyuasin Gelar Salat Ghaib Untuk Korban Gempa di Lombok

Ratusan siswa-siswi Mandrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Banyuasin laksanakan Salat Ghoib untuk mendo’akan warga Lombok yang meninggal

Ratusan Siswa MAN Banyuasin Gelar Salat Ghaib Untuk Korban Gempa di Lombok
TRIBUNSUMSEL.COM/DEFRI IRAWAN
Ratusan siswa-siswi Mandrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Banyuasin laksanakan Shalat Ghoib untuk mendo’akan warga Lombok yang meninggal dunia akibat terkena musibah gempa bumi. Sholat Ghoib ini, dilaksanakan secara berjama’ah, di Mushollah Ar-Rahman, Senin (6/08) Kemarin. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Defri Irawan

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Ratusan siswa-siswi Mandrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Banyuasin laksanakan Salat Ghoib untuk mendo’akan warga Lombok yang meninggal dunia akibat terkena musibah gempa bumi.

Sholat Ghoib ini, dilaksanakan secara berjama’ah, di Mushollah Ar-Rahman,  Senin (6/08) Kemarin.

Kepala Sekolah, Nely Septiana, M. Pd. I, melalui Waka Humas Fahriah, S. Ag disela-sela persiapan Salat Ghoib, mengatakan bencana Gempa dengan kekuatan 7 SR, yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat pada Minggu, 5 Agustus 2018, pukul 18.46 WIB memberikan dampak yang luas.

Berdasarkan Informasi, hingga Senin dini hari (6/8) pukul 02.30 WIB, tercatat 82 orang meninggal dunia, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan. 

"Banyaknya korban jiwa ini, sebagai muslim kita harus mendoa’kan semoga mereka yang terkena musibah ini mendapatkan ketabahan, dan yang meninggal kita do’akan mendapatkan rahmat Allah," tuturnya.

Mengenai teknis pelaksanaan Salat Ghoib ini, Fahriah meminta agar Pembina Keagamaan sekaligus pembina Mushollah di sekolah untuk mengatur pelaksanaan kegiatan ini.

Sementara itu Syaiful Fuad, S. Pd. I selaku pembina Keagamaan, dihadapan seluruh peserta didik, mengatakan bahwa Salat Ghoib ini merupakan shalat yang dikerjakan saat ada keluarga maupun kerabat atau muslim yang meninggal dunia dan lokasi meninggalnya jauh.

"Kita disunnahkan mengerjakan salat ghoib ini, atas mayit tersebut walaupun waktu meninggalnya sudah lewat satu minggu atau bahkan lebih."

"Waktu dikerjakannya salat ghoib bisa kapan saja, baik siang atau malam, baik sendiri atau secara berjama’ah," papar Syaiful.

Mengenai tata cara pelaksanaan shalat ghoib, lanjutnya sama dengan salat jenazah, hanya saja salat ghoib dikerjakan ketika mayat berada jauh.

"Pelaksanaannya sama dengan shalat jenazah, baik itu cara serta doanya."

"Dikerjakan dengan 4 takbir dan diakhiri dengan salam, dengan berdiri. Perbedaannya hanya ada pada lafal niat salatnya saja," tandasnya. (Def)

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help