Berita Prabumulih

Mobil Pakai Bahan Bakar Gas Malah Boros, Pengendara Mulai Tinggalkan SPBG Prabumulih

Tekanan gas yang diisikan dari SPBG ke mesin kendaraan yang semestinya 20 bar mengalami penurunan dibawah 15 bar

Mobil Pakai Bahan Bakar Gas Malah Boros, Pengendara Mulai Tinggalkan SPBG Prabumulih
Tribun Sumsel/ Edison
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Kecamatan Cambai, Prabumulih sepi 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Keinginan Pemerintah kota Prabumulih yang dulunya mengarahkan seluruh kendaraan dinas menggunakan gas menyusul diterimanya bantuan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Kecamatan Cambai, sepertinya hanya angan belaka.

Penyebabnya, hingga saat ini kendaraan dinas yang menggunakan gas bumi itu tidak pernah bertambah dan bahkan terus berkurang. Pada 2107 sekitar 56 kendaraan menggunakan gas.

Tidak hanya itu, kondisi makin turunnya tekanan gas yang diisikan dari SPBG ke mesin kendaraan yang semestinya 20 bar mengalami penurunan dibawah 15 bar.

Baca: Dinkes Muratara Tetap Lanjutkan Vaksin Rubella

Kondisi tersebut membuat kendaraan yang sebelumnya irit berbahan bakar gas menjadi sangat boros dan berdampak makin sedikitnya pengendara mobil dinas menggunakan bahan bakar gas.

Makin sedikitnya kendaraan dinas maupun swasta yang menggunakan bahan bakar gas tentu berdampak terhadap bangunan SPBG yang bernilai miliaran terkesan tak bermanfaat dengan baik bahkan mubazir.

"Memang sesuai data kita saat ini pengendara khususnya mobil dinas yang menggunakan bahan bakar gas dari SPBG yang ada makin menurun, padahal dulu target kementerian ESDM minimal 250 unit kendaraan," ungkap Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Prabumulih, Benny ST ketika diwawancarai, Selasa (7/8/2018).

Benny mengatakan, untuk keluhan para pengendara menggunakan gas makin boros disebabkan semestinya setiap 5000 kilometer kendaraan digunakan harus mendapat servis sehingga bahan bakar gas tetap hemat.

Baca: 3 Kabupaten di Sumsel Tak Mampu Habiskan Dana Ratusan Miliaran Rupiah Pemberian Pusat

"Di Prabumulih memang tidak ada service tapi bisa dilakukan di Palembang, apalagi itu kendaraan dinas tentu ada biaya servis ya digunakan sehingga kendaraannya tidak boros," katanya.

Terpisah, seorang pejabat yang enggan namanya disebutkan mengungkapkan saat ini tekanan gas yang masuk ke mesin kendaraan mengalami penurunan dan bahkan bercampur angin.

"Biasanya tekanan gas yang masuk kencang tapi sekarang malah menurun, jadi yang masuk banyak angin. Wajar saja kendaraan yang pakai gas malah boros sekali," ungkap nara sumber itu. (eds)

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help