Vaksin MR

Dinkes OKU Belum Terima Surat Resmi Penundaan, Pemberian Vaksin MR Terus Jalan

Dinkes OKU belum terima pemberitahuan. Saat ini dari target pemberian vaksin, sudah terlaksana sebanyak 13,65 persen

Dinkes OKU Belum Terima Surat Resmi Penundaan, Pemberian Vaksin MR Terus Jalan
Tribun Sumsel/ Retno Wirawijaya
Bupati H Kuryana Azis Hadiri Pencanangan Imunisasi dan Rubella di SMP Negeri 1 Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tetap akan melakukan Imunisasi Measles Rubella (MR).

Bahkan saat ini dari target pemberian vaksin, yang ada sudah terlaksana sebanyak 13,65 persen

Kepala Dinkes OKU, H Husni Thamrin melalui Kepala Bidang (Kabid), Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Andi Prapto saat dikomfirmasi Tribun Sumsel, Senin (6/8) menjelaskan pihaknya tetap akan melakukan pemberian vaksin MR.

Baca: Penjelasan Lengkap Presiden Jokowi Atas Pidato Arahan Berkelahi

Hal ini tetap dilaksanakan kata Andi karena pihak Dinkes OKU belum menerima surat atau intruksi resmi tertulis dari Kementerian Kesehatan ataupun Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel terkait penundaan Imunisasi Measles Rubella (MR).

Kepala Bidang (Kabid), Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Andi Prapto.
Kepala Bidang (Kabid), Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Andi Prapto. (Tribun Sumsel/ Retno Wirawijaya)

"Tetapi bila ada orang tua atau sekolah yang belum bersedia dilakukan MR ini, kita beri kesempatan untuk menunggu. Sebaiknya kalau ada penolakan, harus dilengkapi dengan surat," jelas Andi.

Ia menjelaskan sasaran pemberian vaksin MR ini untuk usia 9 (sembilan) bulan sampai usia 15 tahun. Target sasaran sebanyak 96.315 anak. Pencapaian sampai dengan, Sabtu 4 Agustus 2018 kemarin sudah13.012 anak atau 13,65 persen.

Baca: Meriah, Ribuan Warga dan Pelajar PALI Sambut Obor Asian Games 2018

Andi menjelaskan, pelaksanaan dibagi menjadi dua pada Agustus ini, dilaksanakan di sekolah-sekolah. Seperti TK, SD dan SMP/sederajat. Tahap dua dilaksanakan pada bulan September di Posyandu.

"Kita tetap berupaya untuk memberikan hal ini dalam upaya melindungi anak-anak kita dari penyakit campak dan rubela," ujarnya.

MUI Sumsel Minta Penundaan Imunisasi MR

Setelah melaksanakan rapat pleno bersama perwakilan Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan, maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan meminta kepada pihak Kemenkes agar melakukan penundaan terhadap pelaksanaan Imunisasi massal Measles Rubella (MR).

Penundaan dilakukan karena belum adanya sertifikasi halal dari vaksin MR ini. Selain itu komposisi vaksin MR tersebut juga belum diperiksa, sehingga membuat masyarakat resah.

Baca: Presiden Soekarno Diam-diam Punya Koleksi Ribuan Lukisan, Intip Tema Lukisannya

Untuk itu MUI Sumsel menetapkan pemberian vaksin MR ditunda terlebih dahulu.

"MUI Provinsi Sumsel meminta dinas kesehatan di 17 Kabupaten/Kota di Sumsel agar menunda pemberian vaksin MR, hingga adanya kejelasan hasil pemeriksaan dari produsen dan ditetapkannya fatwa MUI," ujar Ketua MUI Sumsel, Aflatun Muchtar saat pres conference di Kantor LP POM MUI Sumsel, Senin (6/8/2018).

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help