Vaksin MR

Dinkes Muara Enim : Pemberian Vaksin MR Tidak Dipaksa

Sudah ada kesepakatan dari MUI dan Kemenkes bahwa pemberian vaksin ini akan tetap dilanjutkan

Dinkes Muara Enim : Pemberian Vaksin MR Tidak Dipaksa
Tribun Sumsel/ Ika Anggraini
Tampak reaksi siswa SDN11 Muaraenim saat diberi vaksin MR 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com,Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM- Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraenim siap tanggung biaya pengobatan jika terdapat anak yang mengalami dampak pasca pemberian vaksin Measles Rubella, Senin (6/8/2018).

Hal ini dikatakan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraenim,Vivi Maryani kepada Tribunsumsel.com.

"Setelah kita berkoordinasi dengan bupati terkait adanya info bahwa bupati akan menyetop sementara pemberian vaksin MR ini di Muaraenim, beberapa hari kemudian sudah ada kesepakatan dari MUI dan Kemenkes bahwa pemberian vaksin ini akan tetap dilanjutkan namun bagi yang mau divaksin akan tetap kita layani tapi bagi yang tidak mau tidak akan kita paksakan," katanya.

Baca: MUI Sumsel Minta Dinas Kesehatan di 17 Kabupaten Kota Tunda Pemberian Vaksi MR

Ia juga mengatakan sebenarnya vaksin MR ini tidak ada masalah diberikan kepada anak-anak.

"Banyak negara yang telah menggunakannya, hanya saja belum ada sertifikasi dari MUInya, dan untuk sertifikasi MUI saat ini sedang di proses," katanya.

Namun lanjutnya jika terdapat dampak yang terjadi pasca pemberian vaksin MR itu terjadi karena kondisi anak yang memang tidak sehat.

Baca: Dinkes Palembang Masih Berikan Vaksin MR

" makanya saya himbau untuk pihak sekolah dan orang tua sebelum anak divaksin pastikan dulu jika anak tersebut dalam keadaan benar-benar sehat, hal ini untuk meminimalisir dampak yang bisa terjadi pasca pemberian vaksin," katanya.

Ia juga menegaskan jika terdapat dampak kepada anak setelah pemberian vaksin MR pihaknya akan menanggung semua biaya pengobatan.

" Kita sudah punya tim tersendiri yang akan langsung menanganinya, dan jika terjadi dampak setelah imunisasi, semua biaya pengobatan akan kita tanggung," katanya.

Namun lanjutnya jika nanti sertifikat kehalalnya sudah didapat dari MUI maka anak yang belum divaksin oleh pihaknya akan divaksin kembali.

" Meskipun kita harus bekerja dua kali,ya tidak apa-apa, karena kita harus mencapai target yang telah ditetapkan pusat, dan semakin banyak anak yang divaksin maka akan semakin bagus," katanya.

Diberitakan sebelumnya,Pj Bupati Muaraenim, Teddy M akan menyetop pemberian vaksin MR kepada anak-anak di Kabupaten Muaraenim hingga ada kejelasan dari MUI dan Kemenkes terkait kehalalan dan keamanan vaksin MR tersebut.

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved