Kebakaran Hutan dan Lahan

Supaya Bencana Kebakaran Lahan Tidak Meluas, Pemkab Muba Gelar Salat Istisqa Minta Hujan

Ya, ini sebagai upaya kita meminta pertolongan kepada Allah SWT untuk diminta diturunkan hujan

Supaya Bencana Kebakaran Lahan Tidak Meluas, Pemkab Muba Gelar Salat Istisqa Minta Hujan
Sripo/ Fajeri
Pemkab Muba ketika menggelar salat istisqa dihalaman Pemkab Muba, Jumat (3/8/2018) 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU—Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) satu pekan terakhir menimbulkan kabut asap.

Upaya penanganan karhutla dilakukan dengan menurunkan berbagai peralatan dan ratusan anggota untuk melakukan pemadaman dari darat maupun udara.

Bahkan Pemkab Muba menggelar salat istisqa atau salat meminta hujan yang dilaksanakan di Halaman Pemkab Muba dan diikuti ratusan jamaah yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Muba, TNI, Polri, dan masyarakat umum, Jumat (3/8/18).

Baca: Cabor Sepak Bola Asian Games Kemungkinan Drawing Ulang, Irak Jadi Penyebabnya

“Ya, ini sebagai upaya kita meminta pertolongan kepada Allah SWT untuk diminta diturunkan hujan. Agar bencana karhutla ini bisa segera diatasi,”kata Sekretaris Daerah (Sekda) Muba, Drs Apriyadi MSi.

Penanganan bencana Karhutla ini telah dilakukan semaksimal mungkin oleh seluruh pihak. Dimana ratusan personil dikerahkan untuk mencegah dan menanggulangi bencana Karhutla.

"Kita terus berusaha sebaik mungkin agar bencana ini tidak meluas, tim terus siaga memantau perkembangan karhutla. Kita berharap semoga semuanya dalam keadaan baik,"harapnya.

Baca: Kementerian Perhubungan Minta Maaf, Atas Insiden LRT di Palembang yang Berhenti Mendadak

Sementara Ustaz Muhammad Albar, mengatakan, berbagai pihak telah berusaha sekuat tenaga memadamkan api. Namun kemampuan yang ada sangat terbatas.

"Maka Allah sebaik-baiknya penolong, bagi kita semua. Berdoa memohon kepada yang maha kuasa. Kebakaran hutan segera berlalu," ungkapnya. (SP/Fajeri)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help