Berita Palembang

Ini Klarifikasi Pengadilan Tinggi Palembang Soal Bendera Israel Terpasang Jadi Peserta Asian Games

Bendera negara Israel yang sempat terpasang di depan kantor Pengadilan Tinggi Palembang, kini sudah dilepas. Bendera

Ini Klarifikasi Pengadilan Tinggi Palembang Soal Bendera Israel Terpasang Jadi Peserta Asian Games
kolase/Tribunsumsel.com/Euis Ratna Sari.
Heboh Bendara Israel di kantor pengadilan tinggi negeri Palembang 

Liputan wartawan tribun sumsel, Euis Ratna Sari.

TRIBUNSUMSELNEWS.COM- Bendera negara Israel yang sempat terpasang di depan kantor Pengadilan Tinggi Palembang, kini sudah dilepas. Bendera negara yang tidak diikutsertakan dalam penyelenggaraan Asian Games itu, sudah dicabut pagi tadi pukul 07.00 WIB oleh pihak Pengadilan Tinggi Palembang.

Kepala Humas Pengadilan Tinggi, Solahuddin SH, MH, meluruskan bahwa pihaknya tidak mengetahui bahwa negara tersebut tidak diikutsertakan. Selain itu pihaknya menjelaskan hanya memesan dari jasa pemasang dimana tempat mereka memesan pembuatan bendera tersebut.

"Kami benar-benar tidak tau kalo negara itu diikutsertakan, jadi pas baca berita pagi-pagi langsung kami cabut bendera nya. Bendera itu juga kami cuma pesen aja di tempat pembuatan bendera. Jadi kami tinggal terima beres dari pesan, membuat, sampe pemasangan bendera". Ujar Solahuddin.

Pemasangan bendera sudah dilakukan sejak dua hari yang lalu, sebanyak 48 bendera dipesan dari sebuah jasa pembuatan bendera di akun Instagram 'tokodeltaasiangames' yang memproduksi bendera hingga proses pemasangan.

Empat puluh delapan bendera tersebut dibeli seharga Rp. 5.500.000. Harga itu sudah termasuk dengan tiang dan pemasangannya.

Pengadilan Tinggi Palembang juga mengakui pihaknya kurang mengontrol saat bendera sudah jadi terbuat sampai terpasang.

"Jadi kita.. ketika itu sudah langsung terpasang. Dan ini.. tidak dikontrol ya, siapa siapa-siapa pesertanya, taunya bener 48 bendera."

Pihaknya menceritakan, pemasangan bendera-bendera ini merupakan mandat dari Gubernur Sumsel, setelah itu mereka mendapat sebuah rekomendasi sebuah jasa pembuatan bendera dari Dispora Palembang, namun jasa pembuatan atas rekomendasi tersebut tidak jadi digunakan karena harga yang ditawarkan dinilai terlalu mahal.

Maka itu, pihak Pengadilan Tinggi Palembang mendapat jasa pembuatan bendera dari iklan di sebuah akun sosial media.(CR9)

Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved