Perjuangan Siswa SD Pulang Sekolah Jualan Brownies, Cita-citanya Jadi Pramugari Biar Bisa Terbang

walaupun harus ikut bekerja menjual kue brownies, ia tak mau melewatkan waktu belajar di sekolah

Tribun Sumsel/ Euis Ratna Sari
Putri Fatima (9), berjualan kue brownies yang dititipkan oleh teman ibunya. 

TRIBUNSUMSELNEWS.COM-Dunia anak-anak seharusnya diisi dengan banyak waktu bermain, mendapat pendidikan yang baik dan bimbingan serta penjagaan dari orang tua. Namun tidak semua anak beruntung memiliki semua itu.

Keadaan sulit harus dilalui oleh seorang bocah berusia 9 tahun yang menjual kue brownies di area parkir sebuah pusat perbelanjaan, International Plaza Palembang.

Masih mengenakan seragam sekolah, baju lengan panjang putih terdapat lis merah di pergelangan tangan dan kantong bajunya, jilbab putih, rok rampel merah yang kusut dan lusuh, menceritakan betapa lama waktu yang ia habiskan di luar rumah, dan sepatu kets hitam bertali putih yang bernodakan debu jalanan.

Baca: Orangtua Khawatir, 1 Peserta Meninggal Dunia Belasan Peserta Perkemahan di PALI Kesurupan

Putri Fatima (9), berjualan kue brownies yang dititipkan oleh teman ibunya.

Ia harus membantu ibunya yang bekerja menjadi juru parkir di Jalan Kebun Jahe, 18 ilir Palembang. Wajah polos hitam manisnya mengutarakan ia tak lelah menjajalkan kue brownies itu.

Sambil malu-malu ia bercerita, walaupun harus ikut bekerja menjual kue brownies, ia tak mau melewatkan waktu belajar di sekolah.

Di mulai pagi hari ia berangkat sekolah pukul 06.40 WIB hingga pukul 12.00 WIB, namun tidak lupa ia mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru, selepas belajar di sekolah.

Pukul 14.00 WIB, ia mulai berjualan kue brownies bersama seorang kakak perempuannya.

Baca: Sriwijaya FC Diuntungkan Melawan Persib, Top Skor Sementara Liga Esheciel Ndouasel Absen

Ada dua jenis kue brownies yang ia jual dalam satu bungkus, brownies cokelat dan keju, dan dijual seharga 5 ribu tiap bungkusnya.

Ia hanya mengambil keuntungan seribu rupiah, dari hasil penjualan brownies tersebut.

Setiap hari ia membawa 15 bungkus kue brownies, terkadang habis dibeli pelanggan, kadang pula hanya 7 bungkus yang terjual.

"Masuk sekolah jam 6.40 pagi sampe jam 12 siang. Terus aku bikin PR dulu, sudah itu baru jualan sekitar jam 2 siang sampe jam 9 malem kalo kue blm habis". Ungkap siswi SDN 138 Palembang ini (3/8).

Anak ke 4 dari 6 bersaudara ini ternyata memiliki cita-cita sebagai seorang pramugari. Ia mengungkapkan keinginannya itu dikarenakan ia selalu melihat pesawat yang melesat tinggi di awan.

Baca: Ujian Berat Subangkit Saat Sriwijaya FC Hadapi Persib Bandung

"Tadinyo nak jadi dokter, tapi kareno la banyak kawan nak jadi dokter, aku dak galak melok-melok. Pengen jadi pramugari bae. Yo.. kareno sering liat pesawat yang terbang di pucuk itu nah, pengen naek pesawat". Ungkapnya sambil sesekali membenahi tali sepatunya.

Waktu seharian yang ia gunakan untuk sekolah dan berjualan memang menyita waktu istirahatnya. Namun begitu keadaan yang harus setiap hari ia jalani, pulang malam setelah itu ia baru dapat tidur setelah menyantap makan malamnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved